#indonesiajujur: colek me if i’m wrong:

waktu sd, saya sering menjumpai soal pelajaran pmp (pendidikan moral pancasila) yang kira2 redaksinya demikian:

apa yang kamu lakukan bila melihat temanmu berbuat salah (dlm berbagai versi: bisa mengambil barang orang lain, mengganggu hewan, membuang sampah sembarangan, merhardik pengemis, dll)

maka biasanya yg muncul dipilihan jawaban itu adalah, menegurnya, atau mengingatkannya, dan lain-lain yang intinya untuk mencegahnya berbuat jahat, atau supaya dia sadar & tidak mengulangi lagi.

lain teori, lain pula prakteknya di lapangan. tidak jarang skrg ini orang yg diperingatkan malah marah, malah bilang “sok suci”, malah bilang “who do you think you are?”, “you are not my priest”, atau “don’t tell me what to wear”, “sok ngatur”, “rokok rokok saya” dll.. bahkan terkadang yg tadinya temenan malah jadi dijauhi, seperti musuhan.

setelah berkali-kali mengalami menerima komentar yang aneh2 tersebut, maka apakah yang sebaiknya saya lakukan?

- tetap tegur dengan sopan, dengan resiko dimusuhi org tsb.
- berdoa sajalah supaya mereka berubah.
- diamkan saja? (mind your own business).

kalau saya yg berbuat salah, saya pilih yg pertama, ditegur orang, ya klo bisa jgn di depan orang banyak. daripada ditegur tuhan.

saya ini bukan manusia sempurna, bukan nabi, saya juga sering berbuat salah, saya ini pria normal. maka dari itu, jika saya salah, saya berharap orang2 mau menegur saya + mendoakan saya supaya jadi lebih baik. kalo istilah kerennya di bahasa komunikasi virtual itu “cmiiw” singkatan dari correct me if i’m wrong. dalam bahasa indonesia kira2 artinya perbaiki saya jika saya salah. dalam bahasa perancis kira-kira begini: corrigez mes erreurs, s’il vous pla√ģt.

2 hari setelah saya membuat tulisan ini, ada berita yg sangat mengiris-iris hati datang dari surabaya. seorang ibu diusir warga gara2 melaporkan guru sd yg memaksa anaknya untuk memberikan contekan kepada teman2nya saat ujian nasional. si ibu malah dibilang ga punya hati nurani. trus yg minta maaf malah si ibu.. astaghfirullah.. ūüė¶ ibu siami, saya, keluarga, dan teman2 saya mendukung ibu. saya berdoa semoga ibu selalu diberikan kemudahan dlm hidup ibu, dan diberikan lingkungan yg lebih baik dari pada desa ibu sebelumnya.

cerita senada dgn kisah ibu diatas juga saya dptkan dari teman saya yg menguping pembicaraan ibu2 dan anak2 mereka di sebuah angkot,. katanya, ada anak yg dimarahin ibunya krn menconteknya kurang banyak saat ujian nasional jd nilainya tdk begitu bagus. naudzubillah, semoga nanti anak saya tidak salah asuhan seperti itu..

saya jadi teringat penggalan lirik franky sahilatua:

aku heran, aku heran,
yang salah dipertahankan.
aku heran, aku heran,
yang benar, disingkirkan..

akhirnya, berhubung sebentar lagi sudah mau ramadhan, saya, atas nama diri saya sendiri, memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan2 saya. semoga di ramadhan tahun ini kita lebih baik dari ramadhan tahun lalu..

Advertisements

membuat interface website

sejak dulu mazhab yg saya yakini saat membuat interface suatu website adalah: semakin mudah dimengerti oleh pengguna maka semakin bagus.

tadi malam saya dpt pencerahan baru. ternyata ada¬†website¬†yg disengaja dibuat “menyusahkan” pengunjungnya, dengan maksud “menahan” pengunjung lebih lama di website tersebut, agar mengurangi jumlah¬†bounce, alias pengunjung yg datangnya hanya sebentar sekali.

interface dpt dibuat serumit mungkin sampai titik termaksimal dimana pengunjung masih tetap mau (tertantang) bertahan di website itu untuk mencoba-coba klak-klik sana sini. tapi jangan sampai terlalu susah juga, sampai orang tidak tertarik untuk klik sama sekali.

selain supaya lebih lama, rancangan interface yg rumit tersebut juga bisa dibuat supaya pengunjung dapat¬†“diperdaya”¬†“diarahkan” sehingga mereka mengunjungi semua bagian dari website (atau beberapa bagian¬†yang kita inginkan¬†untuk dikunjungi).

interface¬†bisa disebut rumit saat pengunjung datang ke website dan mereka bingung, misal: “hah, apa ini? kalau saya mau melakukan anu klik yg mana ya..” jika pengunjung tetap bertahan dan mencoba klik sana sini, dan besok2nya masih mau berkunjung, maka misi tercapai.. tapi jika pengunjung tidak tertarik untuk klik sama sekali, atau besok2nya kapok datang ke website yg dibuat, maka misi gagal..

tentu saja ada banyak faktor yang bisa “menahan” pengunjung selain daripada interface. bisa karena isi situs tersebut memang menarik dan berbobot. misal ada kuis berhadiah jalan2 ke tokyo, atau lomba melamar, dimana pemenang akan dibiayai pesta pernikahannya + bulan madunya, dll. bisa juga karena situs tersebut sudah banyak yg menggunakan, sehingga begitu ada orang baru berkunjung, dia akan merasa tertantang untuk mencoba-coba terus, sampai terbiasa. dan faktor2 lainnya seperti situs orang yg disayangi, situs kantor yg harus dikunjungi untuk memasukkan data pekerjaan, orang2 membutuhkan situs itu untuk melakukan sesuatu & tdk bisa di situs lain, dst.

tidak semua perancangan¬†interface suatu¬†website harus menganut paham ini. paham ini digunakan bila ada kebutuhan untuk “menahan” pengunjung saja. jika pengunjung yg datang sebentar dan pengunjung yang datang lama dianggap sama saja, maka tidak perlu pusing2 memikirkan interface yg rumit tapi menantang.

itu.

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-