selamat! :D

tidak banyak memang yang mengetahui bahwa saat ini saya sedang mencari kosan baru. kosan yang lama ini akan berakhir masa kontraknya pada tanggal 6 agustus. saya mau mencari kosan baru yang bayarnya perbulan, karena ada kemungkinan mendapat tempat domisili baru di waktu-waktu yang tidak terduga.

dalam mencari kosan ini, kebetulan saya tidak sendirian, partner saya yang juga sedang mencari kosan adalah si paw. walaupun kami mencari di waktu dan tempat yang berbeda, tapi kami bertukar informasi sesudahnya.

hari ini saya pergi mencari kosan di wilayah sekitar unpad dipati ukur. mulai dari area sekeloa, jalan yang nama2 burung (area di belakang telkom japati), dan jalan2 titimplik (area di sekitar potluck, belakang robbani). setelah berkeliling tidak mendapatkan info, akhirnya saya lapar, saya mau makan.

karena sedang di daerah dipati ukur, saya memutuskan untuk makan di gado2 teuku angkasa. gado-gado teuku angkasa terkenal dengan porsi kulinya. banyak, padat, dan nikmat. semua itu bisa anda nikmati dengan merogoh kocek rp 10.000,- biasanya ada live music juga di kedai gado-gado ini. oiya, selain gado-gado, juga ada menu lain seperti nasi timbel, soto, minuman, dsb.

saat makan, saya melihat sepasang suami istri paruh baya yang juga sedang makan di sana. sepertinya mereka sedang serius membicarakan sesuatu. tanpa sengaja, saya bertatapan mata dengan keduanya dan buru-buru langsung memalingkan muka ke arah piring gado-gado. setelah makan, saya pun keluar dari kedai itu dengan tidak lupa membayar.

pada saat akan mengambil motor di parkiran, saya berpikir. wah, mungkin saya bisa mencari lagi di daerah sini, tapi motor saya tinggalkan saja. pada saat pencarian sebelumnya, saya selalu khawatir meninggalkan motor di luar tempat kos-kosan yang sedang saya lihat, sewaktu saya meninjau ke dalam kamar kosnya. jadi, mumpung ini sedang diparkir, dan ada penjaganya, lebih baik saya tinggalkan saja di situ dulu, sambil melihat-lihat kosan di area jalan teuku angkasa ini.

saya pun mulai berjalan kaki sambil celingak-celinguk. semakin saya berjalan, semakin saya khawatir karena ternyata di sini adalah area perumahan mewah dan sepi. sepertinya saya tidak akan mendapatkan rumah kos di sini. saat saya sedang berjalan, tiba-tiba ada mobil suzuki apv yang melewati saya, tapi kemudian berbelok ke kiri untuk masuk ke satu rumah. saya melihat bapak-bapak turun dari mobil untuk membuka pagar, kemudian pintu depan yang sebelah kiri pun terbuka, dan keluarlah seorang ibu. saya sedikit kaget, mereka sepasang suami istri yang tadi saya lihat di kedai gado-gado teuku angkasa!

baru saja saya akan memalingkan muka lagi sambil meneruskan perjalanan, tiba-tiba si ibu bersuara, yang tentu saja membuat jantung saya berdetak tidak karuan. saya tidak salah apa-apa, hanya merasa kaget saja dipanggil orang yang tidak dikenal, dan kebetulan tadi saya seperti tertangkap mata sedang memperhatikan mereka bercakap-cakap.

nak, sedang apa di sini?
e, itu bu, sedang mencari kosan..
ooh.. mahasiswa ya? kuliah di mana?
e, barusan lulus bu, kuliahnya di itb..
waah, hebat, kuliah di itb, lalu sekarang sudah kerja?
e, sekarang lagi mengerjakan proyek bersama teman-teman bu..

sambil kami berbicara, ternyata si bapak sudah selesai memasukkan mobil, dan kemudian menghampiri saya dan si ibu.

iniloh pak, ternyata mahasiswa, lagi nyari kosan..
hoo, nyari kosan?
e, iya pak..
nyari kosan kok ya di sini..
e, iya pak, tadinya saya kira di sini ada yang mengontrakkan kamar buat kosan..
hoo.. memangnya kamu asli mana?
e, dari sumatera pa, dari riau..
wah, jauh juga, saya punya teman itu di riau… (dari sini saya mulai mengeluh dalam hati, orang tua kalau sudah bicara rata-rata lama.. tapi kemudian kalimat berikut yang meluncur dari mulut si bapak, membuat saya terperangah) …namanya pak ali keren.. (nama sebenarnya saya samarkan)
(panic) e? pak ali keren yang mana ya pak? bapak saya namanya juga ali keren pak..
ha? jangan becanda kamu, pak ali keren yang nanana ninini? (si bapak menyebutkan ciri dan pekerjaan)
(woot) iya pak! (saya makin kaget) yang lulululu lelelele, (saya jelaskan ciri lainnya, dan kebetulan saya masih membawa dompet, di dompet saya ada stnk motor yang atas nama bapak saya, lalu saya ambil dan memperlihatkan ke si bapak) ini pak stnk atas nama bapak saya..
wah, bener anak pak ali keren, bu..
waaah, ayo masuk dulu kalo begitu, ga enak bicara di luar..
e, tapi bu, saya mau,
sudah masuk sebentar saja temani kami ngobrol, baru abis makan kan tadi? ga baik loh langsung jalan, duduk dulu sebentar.. ini saya telepon bapak kamu.. (kata si bapak sambil memencet-mencet hp communicator yang dari tadi dipegangnya)

singkat cerita, si bapak menelepon bapak saya, saya pun diberi kesempatan ngobrol. dari situ saya tau bahwa bapak dan ibu ini tidak tinggal di bandung, melainkan di jakarta. mereka ke sini hanya sekali-sekali dalam beberapa minggu. kemudian telepon disudahi, obrolan kami dilanjutkan. mereka bilang dulunya ada yang menunggui rumah ini, tapi sekarang sudah pamit pulang kampung, katanya mau kerja di sana saja. makanya pasangan suami istri ini sekarang sedang bingung, mencari orang untuk menunggui dan merawat rumah itu.

lha, kebetulan pak, gimana kalo nak husen ini aja yang tinggal di sini?
e,
ohiya, kamu mau ga tinggal di sini aja? daripada kamu nyari kosan? listrik sama air biar bapak yang bayarin, tapi kamu harus rawat, di sapu dibuka tutup jendelanya, ya ga usah setiap hari, yang penting kalau kami datang, semua tetap nyaman, hah hah hah hah (si bapak tertawa terkekeh)
e, tapi pak.. (dalam hati saya bingung juga, ada kagetnya, ada senangnya juga, ada ragu)
yasuda ini saya telpon lagi aja bapak kamu ya
e,

seperti biasa, kalau soal mengambil keputusan yang berkaitan dengan diri saya, dan beliau tau bahwa itu tidak ada salahnya, bapak saya mengembalikan pertanyaan itu kepada saya lagi.

ucen mau ga?
e, mau tapi rumahnya besar pa..
kalo kamu takut sepi, mau ajak temen, boleh aja, tapi tanggung jawabnya ya tadi itu, dirawat.. (si bapak mendengar kata-kata saya dan nimbrung)
nah, tu boleh ajak temen.. (bapak saya juga mendengar dan menyambut perkataan si bapak)


dan begitulah, akhirnya saya menerima tawaran si bapak dan ibu yang ternyata teman bapak saya, dan mulai menghubungi beberapa orang teman. mereka harus bertemu dulu secepatnya dengan si bapak, untuk diberi petuah-petuah seputar rumah ini, karena si bapak dan ibu akan segera kembali ke jakarta besok malam.
horeee.. tepuk tangaann..

dari paragraf ketiga itu semua hanya khayalan saya belaka. keadaan yang sebenarnya saat ini saya masih belum menemukan kosan. hiks hiks. bagi anda yang punya info tentang keberadaan suatu kosan, harap segera memberitahukan infonya kepada saya.

sebelum saya akhiri, saya ingin mengucapkan selamat menyambut bulan suci ramadhan, mohon maaf atas segala kesalahan saya. semoga ibadah kita di bulan ramadhan kali ini, lebih baik dari sebelum-sebelumnya. terimakasih.. 😀

Advertisements