aku ingin pulang

hingga akhirnya, saya sadar,
kepayahan saya bersusah-susah demi mencari kebahagiaan,
tidak bisa langsung hilang hanya dengan mendapat uang.

ada sakit hati, ada benci, ada marah, ada sumpah serapah,
bahkan wajah teman jadi objek yang paling memancing amarah.
ada juga gengsi,
ya memang, itu salah.

meskipun uang bukan segalanya,
tapi banyak hal hanya bisa diperoleh dengan uang.

saya tidak suka.

ada orang yang tanpa bersusah payah,
bisa mendapat uang banyak,
sehingga tanpa pikir panjang pula mereka membuang-buangnya.
apakah mereka itu bahagia?

ada juga yang saking susah payahnya mencari uang, sampai sakit,
dapat uang pun hanya sedikit,
sebagiannya kemudian dipakai untuk biaya paramedik yang hanya bisa dibayar dengan duit.
namun bisa jadi mereka masih sangat bahagia.

akhirnya muncul satu kata di otak saya.

bersyukur.

uchenk, mungkin bahagia itu datang dari bersyukur.

kalau uchenk selama ini merasa kurang bahagia, atau tidak bahagia,
boleh jadi itu karena uchenk kurang bersyukur,
atau tidak pernah bersyukur sama sekali.

ya Allah.
aku ingin pulang.
pulang ke jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat atas mereka.
jadikanlah aku hambaMu yang mau bekerja keras dan tahu berterimakasih,
dan bersyukur.

sule

sejak saat itu,
saya berubah.

secara fisik, makin kurus.
secara non-fisik, produktivitas menurun.
tulisan di blog saja, sudah tak rutin ada tiap bulan seperti dahulu.

secara finansial, merugi.
mungkin karena finansial. coba kalo finanuntung, pasti melaba.

hal-hal yg meningkat dan mendekat,
tidak sebanding banyaknya dengan yg menurun dan menjauh.

saya kehilangan,
saya ditinggalkan.

maafkan saya,
saya sudah salah jalan.

semoga semuanya jadi lebih baik.

mari kita sama2 menghela nafas,
hfhgh.. hhhaaaahhh..

bagaimana?
sule? sule?
(sudah lega)? (sudah lega)?