pilih mana?

udah mau akhir tahun 2018 nih, guys! tahun depan bakalan ada pemilu besar-besaran. sebuah kesempatan untuk memilih lagi para calon wakil rakyat (atau calon koruptor?)
ya, sepertinya sudah jadi berita rutin, bahwa setiap bulan ada saja anggota dewan yang tertangkap kpk.

sebagai orang awam yang semakin berumur, saya mulai bosan dengan pemilu. baligo, poster, stiker, dan media lain yang berisi foto para kontestan pemilu itu sudah sangat membuat saya muak.

pemilu bagi saya sekarang adalah sebuah ajang yang tidak cerdas.
mengapa tidak cerdas?

1. satu suara seorang preman alay, nilainya sama dengan satu suara seorang pemuka agama nan alim. satu suara seorang pandir yang tidak mengerti ekonomi, nilainya sama dengan satu suara seorang profesor ekonomi yang guru besar dari universitas negeri ternama.
sekarang di negara ini, banyakan mana? banyakan profesor ekonomi atau orang yang kena tipu tukang kredit? banyakan pendeta atau maling jemuran?
kualitas suara yang jelek ini pun, masih dikotori pula kuantitasnya oleh berbagai macam kecurangan, mulai dari serangan fajar, sampai penggelembungan suara. semuanya bisa memilih jika sudah terdaftar. salah satu modal untuk terdaftar adalah dengan e-ktp, yang blanko nya pun sempat bisa dibeli secara online, bahkan ribuan e-ktp ditemukan tercecer.

Ektp tercecer

2. seleksi para kandidat pemilu tidaklah serumit seleksi cpns. kamu daftar di partai, lalu kalau partai nerima, langsung ke kpu. kalau kamu punya uang yang banyak, atau kamu youtuber populer, dijamin jalanmu akan mulus untuk menjadi kontestan pemilu. bahkan ada beberapa orang yang memberikan pinjaman/kredit kalau kamu mau jadi calon dari partainya.
bisa dilihat dari foto-foto di baligo itu, orangnya pada kayak apa. kebanyakan tipe-tipenya yaitu: orang yang pamer harta/perhiasan yang mgkn masih nyicil dan perlu uang besar untuk segera melunasinya; dandan terlalu menor yang perawatannya harus mahal kalau ngga maka keliatan ancurnya; atau yg difoto aja kayak ga siap, kata-kata di baligonya sangat basi, dan kayak ga punya visi apapun yang mau diperjuangkan, boro-boro mau mikirin hidup rakyat selama 5 tahun nanti.

3. biaya yang keluar untuk pemilu sangatlah besar. baik itu yang dikeluarkan oleh negara, maupun oleh masing-masing calon.
akibatnya apa? anggaran negara yang harusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat langsung untuk kesejahteraan rakyat, terbakar begitu saja untuk memilih calon wakil rakyat (atau calon koruptor?)
bagaimana dengan uang yang telah dikeluarkan oleh kontestan? tentunya mereka ada kemauan untuk mendapatkan kembali uang tersebut. sebagaian tetap mencari lagi dengan cara yang halal, sebagian lainnya ya gitu deh.

terus bagaimana solusinya menurut saya?

1. seleksi pemilih. tidak semua orang yang ber-ektp berhak untuk jadi pemilih. proses seleksinya tentunya ada biaya juga, tapi dengan dibuat syarat yang ketat (misal: harus profesor dan guru besar) maka peserta seleksinya tidak akan terlalu banyak, sehingga biayanya pun tidak sebesar pemilu yang sekarang.

2. seleksi kandidat harus ketat seperti seleksi cpns. setelah lulus, baru dia bisa pilih mau maju dari partai apa. dengan begitu, partai yg tidak dipilih oleh orang-orang yang telah lulus seleksi, ya bakal membusuk jadi organisasi bangkai sampah.
proses seleksi tentunya ada biaya juga, tapi dengan dibuat syarat yang ketat (misal: harus pernah membuat sebuah karya yang bermanfaat dan ada jelas dokumentasinya) maka peserta seleksinya tidak akan terlalu banyak, sehingga biayanya pun tidak sebesar pemilu yang sekarang.

loh kalau gitu nanti jumlah anggota dewan jadi sedikit dong?

ya ga masalah, buat apa banyak2 tapi buang2 duit negara untuk ngegajinya. itu di malang dari 45 orang anggota dprd, 42 nya ditangkap kpk.

bayangkan berapa juta/milyar/trilyun tambahan dana untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat jika ini terwujud.

namun krn tahun depan udah terlanjur sistemnya kayak gitu lagi, dan belum tentu teori saya di atas itu benar, ya pintar-pintar ajalah milihnya nanti.

tandai tuh partai yang udah jelas sering ketangkap, isi anggotanya gitu-gitu aja, preman-preman.

jangan juga pilih partai yg walau udah sering berganti-ganti orang, ketua umumnya terus bikin kasus aneh dan besar, tapi langsung tenggelam kasusnya setelah beberapa hari.

jangan juga partai baru yang banyak gaya doang, partai sok-sokan, trying too hard to look cool and graceful. padahal akhirnya ngikutin apa kata partai yg preman tadi juga.

apalagi partai baru yang dibuat cuma karena ada modal duit, trus bikin partai.

jangan juga partai yg katanya mau bikin restoran, tapi ternyata cuma menjilat aja kerjaannya. liat aja di baligonya selalu gambarnya si ketuanya lg jalan dekat orang yg dijilatnya.

jangan juga partai-partai yang casing-nya agama banget, ngaku2 kadernya alumni pondok, tapi kelakuannya bertolak belakang sama agamanya.

pilih aja partai yang kesalahan anggotanya cuma dikit, tapi selalu, selalu, dan selalu langsung dibesar-besarkan. padahal, ketika hal yg hampir sama dilakukan anggota partai lain, itu tidak pernah booming, atau tidak disebut langsung partainya, bahkan kadang tidak dianggap jadi kasus sama sekali.

itu kalau mau memilih berdasarkan partai. tapi kalau mau rajin lihat orangnya satu per satu secara rinci, ya lebih bagus sih. kadang ada juga orang baik berada di partai yg jahat.

tapi jarang.

air tanah cinta (atc)

sedianya, judul posting kali ini adalah cinta tanah air. namun, mengingat tren yg sedang berkembang di masyarakat saat ini, yaitu kebanyakan judul yg diakhiri kata cinta akan menjadi best seller (ada apa dengan cinta (aadc), ayat ayat cinta (aac), dan lain lain (dll)), maka judul posting ini pun bernasib demikian..

apa sih yg bisa meningkatkan rasa cinta tanah air? sejak es-de sampai es-em-a, aku diajarkan guru pmp-ppkn bahwa salah satu cara meningkatkan rasa cinta tanah air adalah dg upacara bendera setiap minggu setiap hari senin, selain untuk mengenang jasa para pahlawan.. namun, aku pikir, upacara tidaklah terlalu significant dalam meningkatkan rasa tersebut. menonton timnas indonesia berlaga di ajang piala asia, mendengar kabar bahwa tim antarmuka berhasil meraih rural innovation award di ajang imagine cup, menonton nova widianto-lilyana natsir bertanding di olimpiade beijing, sepertinya lebih bisa membangkitkan rasa cinta tanah air, khususnya bagi remaja sepertiku.. cieh, remaja..

kenapa sih tanah air kita pantas untuk dicintai? apakah karena kita berpijak di tanahnya dan meminum airnya? jika seandainya kita adalah rakyat negara lain, misalnya israel, apakah kita akan tetap mencintai tanah air? atau malah malu karena bertanah air nakal? hmm..

oiya, katanya tanah air kita ini udah merdeka 63 tahun. tp, dari arti kata “merdeka” (tau ga arti kta merdeka? aku juga baru tau saat tingkat 3 awal, dikasi tau salah seorang dosen itb, mau tau? hoho, klo mau, pm aja yaa..), menurutku kita belum merdeka. jadi, yg 63 tahun itu ya, proklamasinya. abis gmn mau merdeka beneran, lha wong di pemerintahan dan di dewan wakil rakyat aja masi ada (agak banyak malah) orang2 nakal, dan bodoh..

//intermezzo
aku jadi ingat joke dari salah seorang dosen di teknik informatika, ini beda dg dosen yg td loh ya, kata beliau kira2 gini: “mahasiswa yg dapet nilai a, ntar pas udah lulus akan menjadi dosen. yg dapet b, jadi pegawai. yg dpt c, jadi pengusaha. nah yg dpt d ama e, inilah yg jadi anggota dpr..” ini beneran kata si dosen itu loh ya..
//end of intermezzo

trus, generasi mudanya, dari kecil udah dicekoki dg sinetron sampah dan film horor ga jelas serta lagu2 untuk orang dewasa. selain itu, beberapanya juga udah mulai mempraktikkan kecurangan seperti titip absen. olala.. di kampusku aja, meskipun banyak keunggulan2 dan kebaikan2, masi ada yg nitip absen pas kuliah, padahal kampusku ini katanya “institut terbaik bangsa” loh,,

//intermezzo 2
ngomong2 kampus, aku jadi ingat percakapan antar 2 orang, di kursi di belakang kursiku, dalam sebuah travel yg aku tumpangi dari jakarta ke bandung. kira2 beginilah dialognya:
(nama disamarkan)
frengki: eh, sori, gw frengki, nama lo siapa?
jordi: jordi,
frengki: kuliah dmn? angkatan?
jordi: unb (anggaplah unb ini nama kampusku), teknik penggaraman 2006, kamu? (anggaplah teknik penggaraman ini nama jurusan, disamarkan juga)
frengki: hoo, gw teknik sastra-wardaya, udh lulus gw,, (anggaplah teknik sastra-wardaya ini nama jurusan, disamarkan juga)
frengki lagi: unb skrg gmn? belajarnya enak ga?
jordi: ngngng.. (mikir bentar, agak lama, akhirnya belum sempat dijawab, si frengki udah nanya lagi)
frengki: dosennya gmn? enak ga?
jordi: ngngng.. (mikir bentar, agak lama juga) ada yg enak, ada yg ngga sih..
frengki: rektornya gmn?? enak ga??
dan sodara-sodara mungkin sudah bisa menebak, dari tiga pertanyaan berurutan td, pertanyaan terakhir inilah yg paling cepat dijawab oleh si jordi, dgn suara yg lantang dan meyakinkan serta tanpa perlu dipikir panjang-panjang..
//end of intermezzo 2

haduu, udah dulu ah, capek. maap klo isinya acak2an dan menggantung-gantung. oiya, krena tulisan yg baik harus ada pesannya, maka pesanku begini aja (sebenarnya pesan dari aa gym sih, di modip dikit depannya):

untuk mengubah tanah air kita tercinta ini menjadi lebih baik, lakukanlah dgn 3m.
mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yg kecil, dan mulai dari saat ini..

dan satu lagi:

katanya yg bisa menindas mahasiswa hanya tuhan, itupun kalau dia mau.

dan terakhir, (yg ini beneran terakhir,, janji deh):

karena bentar lagi mau ramadhan, biar ibadahku diterima, tolong semuanya maaafin kesalahan2-ku ya,, pliiss.. insy4jj yg ada salah, udah aku maafin juga.. selamat menunaikan ibadah shaum.. semoga ramadhan kita kali ini lebih baik dari ramadhan2 sebelumnya..^^

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-

ada ibu berkata pada anaknya

klo mau ke kosan ku dari simpang dago, maka harus melewati sebuah jalan yg di pinggirnya ada warnet. suatu hari, saat aku lewat di depan warnet itu, aku ngelihat seorang ibu yg nganterin anaknya ke warnet. anaknya kayanya udah esempe.. selain melihat, aku juga sempat menguping pesan si ibu kepada anaknya: “jangan buka yg macem2 yaa nak..” kira2nya sih gitu..
hmm, setelah mendengar kalimat itu, selama perjalanan menuju kosan pikiranku langsung menghasilkan bermacam dialog2 lainnya spt berikut:

versi ibu gaul
ibu: “jgn lupa add fs mama yah,, oia, add yg facebooknya juga sekalian..”
anak: “oce mom..!”
versi ibu religius
ibu: “sebelum mulai baca basmalah dulu ya nak..”
anak: “baik bu..”
ibu: “klo udah selese, jgn lupa baca hamdalah..”
anak: “ya bu..”
versi ibu yg if
ibu: “jgn nge-hack situs indonesia ya..”
anak: “jd situs apa dong?”
ibu: “ya, situs mala*sia gitu?”
anak: “kegampangan bu..”
ibu: “yawdah, klo gitu situsnya pentag*n ama m*ssad aja sono gih..”
anak: “sipp!”
versi ibu gemar karaoke
ibu: “jgn lupa cariin lirik-nya westlife yg soledad yah..”
anak: “yo..”
ibu: “cariin mp3 nya sekalian, klo ada videoklipnya juga boleh..”
versi ibu arisan
ibu: “jarkomnya harus udah dikirim sebelum jam 4 ya”
anak: “iya mak, isinya: jam 5 nanti arisan di tempat bu bambang kan?”

karena udah nyampe kosan, pikiranku kembali netral,, tp sebenarnya msh ada versi2 yg lain seperti ibu yg kutubuku, ibu yg biang gosip, ibu yg suka nonton, ibu yg modis, ibu desainer, ibu juventini, dll.. yg pasti, seperti apapun versinya, kasihnya ibu tetap sepanjang masa..
selamat hari ibu! (bagi yg merayakan..)

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-