membuat interface website


sejak dulu mazhab yg saya yakini saat membuat interface suatu website adalah: semakin mudah dimengerti oleh pengguna maka semakin bagus.

tadi malam saya dpt pencerahan baru. ternyata ada website yg disengaja dibuat “menyusahkan” pengunjungnya, dengan maksud “menahan” pengunjung lebih lama di website tersebut, agar mengurangi jumlah bounce, alias pengunjung yg datangnya hanya sebentar sekali.

interface dpt dibuat serumit mungkin sampai titik termaksimal dimana pengunjung masih tetap mau (tertantang) bertahan di website itu untuk mencoba-coba klak-klik sana sini. tapi jangan sampai terlalu susah juga, sampai orang tidak tertarik untuk klik sama sekali.

selain supaya lebih lama, rancangan interface yg rumit tersebut juga bisa dibuat supaya pengunjung dapat “diperdaya” “diarahkan” sehingga mereka mengunjungi semua bagian dari website (atau beberapa bagian yang kita inginkan untuk dikunjungi).

interface bisa disebut rumit saat pengunjung datang ke website dan mereka bingung, misal: “hah, apa ini? kalau saya mau melakukan anu klik yg mana ya..” jika pengunjung tetap bertahan dan mencoba klik sana sini, dan besok2nya masih mau berkunjung, maka misi tercapai.. tapi jika pengunjung tidak tertarik untuk klik sama sekali, atau besok2nya kapok datang ke website yg dibuat, maka misi gagal..

tentu saja ada banyak faktor yang bisa “menahan” pengunjung selain daripada interface. bisa karena isi situs tersebut memang menarik dan berbobot. misal ada kuis berhadiah jalan2 ke tokyo, atau lomba melamar, dimana pemenang akan dibiayai pesta pernikahannya + bulan madunya, dll. bisa juga karena situs tersebut sudah banyak yg menggunakan, sehingga begitu ada orang baru berkunjung, dia akan merasa tertantang untuk mencoba-coba terus, sampai terbiasa. dan faktor2 lainnya seperti situs orang yg disayangi, situs kantor yg harus dikunjungi untuk memasukkan data pekerjaan, orang2 membutuhkan situs itu untuk melakukan sesuatu & tdk bisa di situs lain, dst.

tidak semua perancangan interface suatu website harus menganut paham ini. paham ini digunakan bila ada kebutuhan untuk “menahan” pengunjung saja. jika pengunjung yg datang sebentar dan pengunjung yang datang lama dianggap sama saja, maka tidak perlu pusing2 memikirkan interface yg rumit tapi menantang.

itu.

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: