hiker’s tale. belok kanan: jurang!

traveling–it leaves you speechless, then turns you into a storyteller
(ibnu battuta)

alih-alih ngantri utk ikutan donor darah gratis di salman, siang itu 11 januari (se-be-las-ja-nu-a-ri), abis jum’atan, aku, ewa, dudz, ibun, irfan & ray (diurut berdasarkan abjad) malah bersiap-siap utk kemping. detilnya ga bisa kuceritain krn sarat dg percik2 api ketegangan, maklum darah muda..
*skip 3-4 kali..*
..dan akhirnya kami tiba di gerbang menuju puncak gunung itu. di dekatnya, ada warung. strategi utk tdk-membeli-air-dari-awal-perjalanan-agar-tdk-ngeberatin dan membeli-di-dekat-gerbang adalah salah. karena harga 1 botol air mineral yg normalnya 2500-2700, disini menjadi 6000! maka dgn ketidak elitan kami, jadilah air yg mampu kami tebus hanya 2 botol.. setelah berfoto di gerbang itu, kami pun mulai mendaki, sementara hari mulai gelap..
mendaki gunung di saat malam yg mendung bukanlah hal yg budiman. sebab, tdk banyak hal2 indah yg bisa dilihat. selain itu, tingkat kesiagaan kita juga berkurang, kecuali bagi yg sudah terbiasa beraktivitas di malam hari (misal: kalong, srigala, dan kambing dije)..
setelah beberapa kali check-point, kamipun tiba di lokasi. keindahannya ga bsa ku tuliskan dalam kata2.. hal2 yg kami lakukan di sana antara lain adalah: bakar kayu, bakar arang, bakar jagung, bakar ayam, dan bakar si ray (ini bo’ong..), tidak lupa pula kami melakukan banyak ritual poto-poto dg berbagai pose dan background..
4 catatan akhir yg bsa kudapat dr kemping kali ini adalah:

  1. jgn kemping klo besok pagi ada rapat. maap ya paw, pas aku dtg, rapatnya udah selese..
  2. jika anda hendak menghilangkan lelah, maka kemping bukanlah pilihan yg tepat..
  3. apalagi jika anda ingin tidur nyenyak.. jangan, jangan coba2 kemping!
  4. ternyata kaum laki-laki klo sedang kemping malem2, hampir sama dg kaum yg satunya lagi, suka ngomongin someone, relationship, tips2, pokonya mengangkat hal2 yg dianggap tabu menjadi layak & pantas utk diperbincangkan..

*forward 3x*
..akupun pulang ke kosan dari blok c-19 (kosannya dudz, ewa, ibun & ray) dg menebeng motor irfan. sebelum pamit, irfan nitipin sesuatu yg menginspirasi ku memberi judul untuk tulisan ini. sebuah buku yg bertuliskan: “traveler’s tale, belok kanan: barcelona!”

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-
Advertisements