pilih mana?

udah mau akhir tahun 2018 nih, guys! tahun depan bakalan ada pemilu besar-besaran. sebuah kesempatan untuk memilih lagi para calon wakil rakyat (atau calon koruptor?)
ya, sepertinya sudah jadi berita rutin, bahwa setiap bulan ada saja anggota dewan yang tertangkap kpk.

sebagai orang awam yang semakin berumur, saya mulai bosan dengan pemilu. baligo, poster, stiker, dan media lain yang berisi foto para kontestan pemilu itu sudah sangat membuat saya muak.

pemilu bagi saya sekarang adalah sebuah ajang yang tidak cerdas.
mengapa tidak cerdas?

1. satu suara seorang preman alay, nilainya sama dengan satu suara seorang pemuka agama nan alim. satu suara seorang pandir yang tidak mengerti ekonomi, nilainya sama dengan satu suara seorang profesor ekonomi yang guru besar dari universitas negeri ternama.
sekarang di negara ini, banyakan mana? banyakan profesor ekonomi atau orang yang kena tipu tukang kredit? banyakan pendeta atau maling jemuran?
kualitas suara yang jelek ini pun, masih dikotori pula kuantitasnya oleh berbagai macam kecurangan, mulai dari serangan fajar, sampai penggelembungan suara. semuanya bisa memilih jika sudah terdaftar. salah satu modal untuk terdaftar adalah dengan e-ktp, yang blanko nya pun sempat bisa dibeli secara online, bahkan ribuan e-ktp ditemukan tercecer.

Ektp tercecer

2. seleksi para kandidat pemilu tidaklah serumit seleksi cpns. kamu daftar di partai, lalu kalau partai nerima, langsung ke kpu. kalau kamu punya uang yang banyak, atau kamu youtuber populer, dijamin jalanmu akan mulus untuk menjadi kontestan pemilu. bahkan ada beberapa orang yang memberikan pinjaman/kredit kalau kamu mau jadi calon dari partainya.
bisa dilihat dari foto-foto di baligo itu, orangnya pada kayak apa. kebanyakan tipe-tipenya yaitu: orang yang pamer harta/perhiasan yang mgkn masih nyicil dan perlu uang besar untuk segera melunasinya; dandan terlalu menor yang perawatannya harus mahal kalau ngga maka keliatan ancurnya; atau yg difoto aja kayak ga siap, kata-kata di baligonya sangat basi, dan kayak ga punya visi apapun yang mau diperjuangkan, boro-boro mau mikirin hidup rakyat selama 5 tahun nanti.

3. biaya yang keluar untuk pemilu sangatlah besar. baik itu yang dikeluarkan oleh negara, maupun oleh masing-masing calon.
akibatnya apa? anggaran negara yang harusnya bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat langsung untuk kesejahteraan rakyat, terbakar begitu saja untuk memilih calon wakil rakyat (atau calon koruptor?)
bagaimana dengan uang yang telah dikeluarkan oleh kontestan? tentunya mereka ada kemauan untuk mendapatkan kembali uang tersebut. sebagaian tetap mencari lagi dengan cara yang halal, sebagian lainnya ya gitu deh.

terus bagaimana solusinya menurut saya?

1. seleksi pemilih. tidak semua orang yang ber-ektp berhak untuk jadi pemilih. proses seleksinya tentunya ada biaya juga, tapi dengan dibuat syarat yang ketat (misal: harus profesor dan guru besar) maka peserta seleksinya tidak akan terlalu banyak, sehingga biayanya pun tidak sebesar pemilu yang sekarang.

2. seleksi kandidat harus ketat seperti seleksi cpns. setelah lulus, baru dia bisa pilih mau maju dari partai apa. dengan begitu, partai yg tidak dipilih oleh orang-orang yang telah lulus seleksi, ya bakal membusuk jadi organisasi bangkai sampah.
proses seleksi tentunya ada biaya juga, tapi dengan dibuat syarat yang ketat (misal: harus pernah membuat sebuah karya yang bermanfaat dan ada jelas dokumentasinya) maka peserta seleksinya tidak akan terlalu banyak, sehingga biayanya pun tidak sebesar pemilu yang sekarang.

loh kalau gitu nanti jumlah anggota dewan jadi sedikit dong?

ya ga masalah, buat apa banyak2 tapi buang2 duit negara untuk ngegajinya. itu di malang dari 45 orang anggota dprd, 42 nya ditangkap kpk.

bayangkan berapa juta/milyar/trilyun tambahan dana untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat jika ini terwujud.

namun krn tahun depan udah terlanjur sistemnya kayak gitu lagi, dan belum tentu teori saya di atas itu benar, ya pintar-pintar ajalah milihnya nanti.

tandai tuh partai yang udah jelas sering ketangkap, isi anggotanya gitu-gitu aja, preman-preman.

jangan juga pilih partai yg walau udah sering berganti-ganti orang, ketua umumnya terus bikin kasus aneh dan besar, tapi langsung tenggelam kasusnya setelah beberapa hari.

jangan juga partai baru yang banyak gaya doang, partai sok-sokan, trying too hard to look cool and graceful. padahal akhirnya ngikutin apa kata partai yg preman tadi juga.

apalagi partai baru yang dibuat cuma karena ada modal duit, trus bikin partai.

jangan juga partai yg katanya mau bikin restoran, tapi ternyata cuma menjilat aja kerjaannya. liat aja di baligonya selalu gambarnya si ketuanya lg jalan dekat orang yg dijilatnya.

jangan juga partai-partai yang casing-nya agama banget, ngaku2 kadernya alumni pondok, tapi kelakuannya bertolak belakang sama agamanya.

pilih aja partai yang kesalahan anggotanya cuma dikit, tapi selalu, selalu, dan selalu langsung dibesar-besarkan. padahal, ketika hal yg hampir sama dilakukan anggota partai lain, itu tidak pernah booming, atau tidak disebut langsung partainya, bahkan kadang tidak dianggap jadi kasus sama sekali.

itu kalau mau memilih berdasarkan partai. tapi kalau mau rajin lihat orangnya satu per satu secara rinci, ya lebih bagus sih. kadang ada juga orang baik berada di partai yg jahat.

tapi jarang.

standar

“pak, pak, itu standarnya, pak.”

“oh, terima kasih, dek.”

dialog di atas, terjadi di jalanan, ketika ada pengendara motor yang lupa melipat standar motornya, padahal motornya sudah berjalan. dari dialog singkat tersebut, kita bisa memetik beberapa hal sbb:

1. orang yang melihat, tau bahwa si bapak itu melakukan kelalaian.

2. orang itu mengingatkan bapak tersebut, meskipun dia tidak mengenalnya.

3. si bapak menyadari kelalaiannya.

4. si bapak segera memperbaiki kelalaiannya.

5. si bapak berterima kasih kepada orang yang telah mengingatkannya.

hal itu, dulu, sering kita jumpai. sebuah hal yang sangat wajar memang, dan secara sepakat disetujui oleh seluruh orang di dunia, bahwa bapak itu memang lalai, dan orang yang mengingatkannya pun sudah sepantasnya begitu.

sekarang, lalai menjadi hal yang bias. betapa banyak orang yang lalai, kemudian diingatkan oleh orang lain, namun bukannya memperbaiki kelalaiannya, malah mengejek orang yang mengingatkannya. boro-boro mengucapkan terima kasih.

dulu, saat lingkungan saya masih cukup homogen, rasanya sangat jelas mana yang lalai, mana yang tidak. namun kini, semuanya berubah dan membuat saya heran.

kok bisa sih, sesuatu yang seharusnya terlihat sangat jelas dan nyata sebagai sebuah kelalaian, masih ada yang membela? anehnya, yang membela ini bukan orang sembarangan. beberapa dari mereka berpendidikan tinggi.

saya bisa saja berfikir, oh, mungkin karena ilmu saya yang belum setinggi mereka, jadi belum tau apa sebenarnya di balik kelalaian tersebut. tapi, tidak sedikit orang-orang yang tidak kalah tinggi ilmunya, yang memang tetap menyatakan bahwa hal tersebut adalah kelalaian.

adanya dua kubu ini membuat beberapa orang menjadi gamang dalam memilih sikap. mudah diombang-ambing, tidak tau harus bagaimana, sehingga akhirnya membiarkan kelalaian terjadi, bahkan ikut ambil bagian dalam kelalaian itu.

ibaratnya, dulu semua orang setuju standar motor yang tidak dilipat ketika sedang berjalan adalah sebuah kelalaian, dan harus diingatkan. kini, ada yang membiarkan, bahkan sengaja malah menurunkan juga standar motornya ketika sedang berjalan, karena yang lain sudah banyak yang melakukan demikian. kalau dijabarkan kira-kira sbb:

1. orang yang melihat, tau si bapak melakukan kelalaian, tapi, ada orang lain yang mengatakan itu bukan kelalaian.

2. orang itu mengingatkan bapak tersebut, kadang juga dia diam saja karena jadi ragu itu kelalaian atau bukan.

3. si bapak tidak mau diingatkan, karena menurutnya itu bukan kelalaian.

4. si bapak tidak memperbaiki kelalaiannya.

5. beberapa orang lain mengikuti kelalaian bapak tersebut karena mengira itu adalah sebuah tren baru.

6. orang yang mengingatkan tadi dihina, ditertawakan, dirundung.

7. terjadilah banyak kecelakaan, bukan hanya memakan korban dari kalangan yang melakukan kelalaian, tapi yang di sekitarnya pun bisa ikut terimbas.

di saat seperti ini, saya merasa bersyukur dulu saya pernah berada di lingkungan yang cukup homogen, yang melihat suatu kelalaian, sebagai suatu kelalaian, titik. secara sederhana, tanpa ada pembiasan dan pengaburan. mau untuk kreativitas, kek. mau untuk kebebasan, kek. mau untuk hiburan, kek. mau untuk investor, kek. kelalaian ya tetap kelalaian.

karena itu semua memang sudah nampak jelas di depan muka kalian, itu tuh kelalaiaan. persis seperti standar motor yang lupa dilipat ketika sudah berjalan.

itu sudah lalai yang sebenar-benar kelalaian, kawan. kok kalian bisa buta sih???

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ – 2:7

Allah has set a seal upon their hearts and upon their hearing, and over their vision is a veil. And for them is a great punishment.

Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat.

peyorasi pelangi

ketika kita hendak mengiaskan sesuatu yang indah, maka salah satu kata yang biasa dipilih untuk mengekspresikannya adalah pelangi.

jamrud pernah membuat lagu yang liriknya “ada pelangi di bola matamu”. koes plus dan boomerang juga memakai kata pelangi sebagai judul lagu. sherina pun tak ketinggalan dengan lagu pelangiku. di barat sana, ada juga lagu yang berjudul somewhere over the rainbow yang alunannya terasa sejuk di qalbu. kemudian lagu what a wonderful world yang di dalamnya ada kalimat “the colors of the rainbow, so pretty in the sky” juga begitu.

lagu-lagu tersebut menyiratkan tentang keindahan pelangi. bahkan satu lagu anak, pelangi-pelangi alangkah indahmu, sudah secara gamblang mendeskripsikan indahnya lukisan tuhan yang satu ini.

namun kini, pelangi dipakai oleh orang-orang yang mengaku bertoleransi pada “perbedaan”. mulut mereka lantang berbicara bahwa mereka membela sesuatu yang benar. mereka gadaikan energi, waktu, dan kepercayaannya untuk membiaskan yang haram, yang bahkan jauh tidak lebih penting dari sekian banyaknya permasalahan-permasalahan bangsa di sekitar mereka saat ini.

apabila diberi nasihat, mereka malah memandang leceh dan menertawai. mereka sholat, mereka puasa, bahkan mereka berniat naik haji. kendati demikian, bila dibacakan ayat-ayat suci yang menunjukkan salahnya perbuatan mereka itu, mereka menghindar, mencemooh, mengada-adakan argumentasi. bagaikan membuat agama sendiri.

saran saya, yang pertama, kalau memang ingin memakai lambang atau simbol yang berhubungan dengan “perbedaan”, jangan pakai pelangi. pelangi itu simbol keindahan yang sudah disetujui semua orang, sedangkan kalian tidak. pakailah yang lain, ta* misalnya.

ta* kan juga bermacam-macam warnanya. ada yang coklat, coklat kekuningan, kuning, krem, bahkan hijau. merk-nya juga banyak, seperti chanel, fendi, hermes, hilde palladino, lana marks, louis vuitton, mark jacobs, mouawad, prada, dan judith leiber.

kedua, kembalilah kepada fitrah semula jadi. kembalilah pada jalan yang diridhoi. jangan pura-pura buta, jangan berlagak tuli, jangan biarkan hatimu terkunci. apalagi sampai menantang azab ilahi. jangan takut mengambil posisi, dan menunjukkan di pihak siapa kamu berdiri. walaupun nanti akan ada yang memusuhi.

saya memberi saran, bukan karena saya ini sudah suci. bukankah saling nasehat-menasehati itu adalah ciri orang yang tidak merugi?

coba tanyakan pada penggemar laskar pelangi. bagaimana bila ikal, lintang, sahara, mahar, a kiong, syahdan, kucai, borek, trapani, dan harun diibaratkan sebagai laskar pelangi yang mengalami peyorasi?

orang bodoh, orang pintar, dan orang lain

pada zaman dahulu
ada satu wilayah
diberkati dengan hutan lebat
dan cuaca bersahabat

tapi di sana banyak orang bodohnya
mereka tidak mau diajar,
karena merasa berpikiran terbuka lagi pintar
juga tidak mau menerima kritik dan saran

sialnya
orang pintar pun hanya segelintir
tidak mau mengajar pula
malah memanfaatkan dan mencibir
serta mengakali orang yang tak sepandai mereka

orang bodoh ada yang kaya
umumnya sombong dan kurang ajar
padahal warisan dari leluhurnya

orang pintar ada yang bersahabat dengan mereka
supaya kecipratan harta alakadar
untuk ikut hidup berfoya-foya

orang bodoh yang tamak
orang pintar yang licik
walaupun tidak menjadi pemimpin resmi
namun oleh merekalah wilayah itu dikuasai
yang menguras kesejahteraannya
yang meraup kemakmurannya

orang lain yang di luar golongan mereka
cuma bisa komentar sesekali dan berdebat seadanya
lalu melanjutkan hidup seperti biasa
sampai bersentuhan garis waktunya
dengan orang bodoh dan orang pintar

bila jadi teman mereka,
akan ikut-ikutan terjerumus
bila jadi lawan mereka,
akan dimusnahkan diberangus

maka banyaklah yang memilih menghindar
menjadi asing, mencari aman, dan membiarkan
menunggu saja semampunya dan bersabar
akan siapa yang menyentuh duluan
orang bodoh dan orang pintar, atau tuhan

kucing dan singa

kucing. pada umumnya kucing adalah binatang. tepatnya binatang yang kerjaannya hanya tidur, makan, main, dan melakukan kegiatan-kegiatan aneh yang tanpa tujuan. kucing biasanya tidak seperti anjing yang bisa dilatih untuk menjaga rumah, mengendus bahan peledak, bermain lempar tangkap benda, dan berburu.

apabila kamu menyayangi anjing, memberinya makan, dan tempat tinggal yang nyaman, maka dia akan menganggapmu sebagai tuan. tapi bila kamu menyayangi kucing, memberinya makan, dan tempat tinggal yang nyaman, maka dia akan menganggap dirinya sebagai tuan.

kendati demikian, kucing mengajarkan kita bahwa meskipun sesuatu itu terlihat kurang bermanfaat, bahkan kadang cenderung kurang ajar, tapi bisa tetap populer dan banyak peminatnya. bukan main-main, peminat kucing ada yang berasal dari kalangan selebritis, ilmuwan, dan juga nabi.

selain dari pada itu, di tanah air kita ini, ada air yang di depannya dibubuhi nama dari salah satu kerabat kucing, yaitu singa.

singa air.

apabila ada teman, atau saudara yang penerbangannya ditunda, maka akan terjadi dialog seperti ini:

versi 1
q: pesawatnya apa?
a: citylink/garuda/sriwijaya/air asia
q: oo.. sabar ya..

versi 2
q: pesawatnya apa?
a: singa air
q: yaa.. pantesan,, emang tu singa air sering banget ditunda. dulu ada teman cerita, katanya mertua sepupu dari kakak pertama tetangganya mpu gandring juga pernah ditunda sampai berjam-jam. bla bla bla.

ya, orang-orang di kota dan di desa sudah paham benar bahwa citra dari singa air adalah sering ditunda. selain itu, terdapat pula keluhan-keluhan lainnya, seperti pelayanan cuek, kondisi pesawat tidak bugar, perlakuan pada bagasi yang serampangan, jarak dari ruang tunggu ke pesawat terlalu jauh, dan lain-lain. seolah-olah tidak ada sisi baik dari singa air. padahal tidak demikian adanya. terbukti, di kala beberapa maskapai lain gulung tikar, singa air tetap bertahan, dan masih ada saja orang yang mau jadi penumpangnya. termasuk saya. berikut ini kisah pengalaman saya terbang dengan singa air.

beberapa hari yang lalu, saya hendak bertolak ke kota pekanbaru dari bengkulu bersama anak & istri. tidak ada jalur penerbangan langsung dari bengkulu ke pekanbaru, sehingga kami harus transit dulu di kota batam. 11.05 adalah jadwal penerbangan yang tertera di tiket. makanya kami berencana berangkat dari rumah pukul 09.30.

sesaat sebelum berangkat, tepatnya pukul 09.22, tiba-tiba ada telepon dari orang yang mengaku sebagai staff singa air. dia bilang penerbangan yang ke batam ditunda 2 jam, dan ada kemungkinan nanti connecting flight dari batam ke pekanbarunya terlalu mepet. jadi dia menawarkan ganti ke penerbangan yang ke jakarta jam 10 ini. nanti dilanjutkan lagi dari jakarta ke pekanbaru.

kondisi kami yang masih di rumah, dan tidak bisa melakukan teleport ke bandara dalam sekejap, serta waktu tunda yang dikatakan hanya 2 jam, ditambah lagi belum tentu di jakarta nanti pesawat tidak ditunda lagi, membuat saya menolak tawaran ganti penerbangan, dan memutuskan untuk menunggu saja pesawat ke batam. selain itu, istri saya juga menyarankan untuk tetap berangkat ke bandara saat itu juga, karena bisa saja itu telepon dari orang yang sekedar mengaku-ngaku sebagai staff singa air. benar juga, batin saya.

sesampainya di bandara, ternyata penerbangannya memang ditunda. pesawat yang ke jakarta pun telah berangkat. tinggallah saya yang menunggu di kursi bandara bersama istri dan anak kami yang masih berumur 11 bulan kurang 2 hari, serta penumpang lainnya.

pada pukul 10.58, kembali saya mendapat telepon dari staff singa air. dia bilang penerbangannya ditunda lagi. tak lupa ia menambahkan bahwa kami akan diinapkan semalam di batam karena connecting flight dari batam ke pekanbaru sudah tidak terkejar lagi sore ini. sehingga kami baru bisa berangkat lagi dengan penerbangan pagi esok hari. akhirnya pesawat kami pun baru berangkat sekitar pukul 14.30.

setelah mendarat di batam, kami disuruh menunggu dekat tempat lapor transit oleh staff singa air di bandara hang nadim. hanya di kursi tunggu yang menempel ke dinding, tanpa diberikan makanan, snack, atau sekedar minum. cukup lama kami menunggu di sana, tanpa tau menunggu apa. ternyata dia pergi mencarikan barang bagasi kami, yang kemudian hanya dibawakan 2 dari 3.

koper istri saya raib.

petugas itu bilang, kopernya sudah dicari ke mana-mana tidak ada. tidak ada di tempat bagasi, tidak ada di pesawat, tidak ada di batam, kemungkinan masih di bengkulu. jadi, besok akan langsung dikirimkan lagi. saya disuruh lapor di lost & found singa air di pekanbaru besok. 1 dari 2 barang yang ditemukan itu kami bawa ke hotel, 1 lagi dititipkan di bandara karena tidak diperlukan di hotel nanti.

kemudian kami diantarkan ke hotel dengan taksi bandara. di tengah-tengah perjalanan ke hotel, pada pukul 17.05 saya coba menelepon ke nomor staff singa air bengkulu tadi pagi, untuk menanyakan koper istri saya. dia bilang mau ditanyakan dulu ke bagian bagasi, nanti akan ditelepon lagi.

17.20 kami sampai di hotel horison ultima king’s batam. sebuah hotel yang terbilang cukup mewah, karena menyandang jabatan bintang 4. kalau di militer itu berarti pangkatnya sudah jenderal. lumayan sekali bisa menginap gratis di situ. pasti akan nikmat rasanya andai koper istri saya yang berisi pakaian tidak raib.

saat mengurus check in hotel, resepsionis memberitahukan bahwa besok pagi pukul 06.30 kami akan diberangkatkan ke bandara. sembari meng-iya-kan, saya juga tanyakan padanya di mana toko tempat membeli pakaian. dia bilang ada pusat perbelanjaan terbesar di batam namanya nagoya hill shopping centre, naik taksi dari hotel sekitar 60 ribu. kalau mau gratis, kebetulan ada jadwal shuttle car hotelnya yang ke sana pukul 17.30 nanti.

tak pelak, kami hanya bisa turun ke kamar (ya, turun, lobi hotel ini ada di lantai 6), meletakkan barang, dan langsung pergi lagi. saat di kamar, istri saya menyempatkan membuat bubur instan untuk makan malam anak kami.

di perjalanan, tepat pada pukul 17.36, staff singa air bengkulu menelepon saya lagi. dia bilang kopernya sudah berangkat ke batam tadi, laporan dan datanya lengkap semua. kontan hal itu memantik emosi saya karena kata staff singa air batam tadi, kopernya tidak ada di batam, masih ketinggalan di bengkulu. sedangkan, yang di bengkulu bilang sudah berangkat. masa tidak ada kesamaan informasi antar sesama staff singa air. saya sebagai penumpang pastilah merasa bingung, cemas, dan ketar-ketir. akhirnya dia bilang nanti akan di-follow up lagi.

di nagoya hill shopping centre, kami langsung mencari departemen store. saya dan istripun bagi tugas. saya menunggu di bangku luar departemen store bersama anak kami yang lagi tidur (dia tertidur di mobil tadi), lalu istri saya yang mencarikan pakaian untuk kami malam ini dan besok.

selesai belanja, hari sudah beranjak malam, kami pun memutuskan untuk sekalian makan di sana. tak sulit mendapatkan makanan yang enak di nagoya hill shopping centre. food court-nya bagus dan rapi. selain itu banyak juga gerai yang sudah tak asing lagi di mata, telinga, dan lidah. saya memesan sapi saos tiram dan es lapangan tembak, sedangkan istri memesan ayam rica-rica dan jus wortel-jeruk tanpa gula, untuk anak kami.

namun anak kami rupanya tidak mau makan bubur instan. biasanya istri saya memang memasak sendiri nasi tim di rumah, lengkap dengan sayur dan proteinnya.

lalu istri saya bilang, makanannya dibawa ke hotel saja, karena di hotel ada bubur instan dengan rasa lainnya, barangkali anak kami mau. sembari saya menunggu pesanan siap, istri saya membawa anak kami jalan-jalan ke sekitar supaya tidak rewel. tiba-tiba mereka menemukan gerai yang menjual bubur ayam. istri saya pun memesan bubur polos. sayangnya, anak kami tetap tidak suka bubur itu. hanya sedikit yang dia makan.

lalu kami pun memesan taksi untuk pulang ke hotel, karena shuttle car hotelnya sudah duluan kembali. petugas taksinya bilang tarif ke horison ultima king’s adalah 70 ribu rupiah. saya tidak tawar lagi.

sesampainya di hotel, istri saya langsung membuatkan bubur instan dengan rasa yang berbeda untuk anak kami. syukurlah dia mau juga meskipun tidak sampai habis. selain bubur, kami berikan juga biskuit makanan sampingannya. setelah makan dan beres-beres, kami sholat jama’ magrib dan isya. kemudian menelepon keluarga di bengkulu, minta tolong dikonfirmasi secara langsung ke kantor singa air di bengkulu besok pagi tentang misteri keberadaan koper.

keesokan subuhnya, kami langsung sibuk mempersiapkan diri, anak, dan barang-barang untuk perjalanan yang masih harus berlanjut. tadi malam belum bisa dibereskan semua karena pakaian untuk tidur, alat-alat mandi, serta kosmetika, baru bisa disusun pagi ini. setelah mandi, siap-siap, dan beres-beres, barulah kami bisa naik lagi ke tempat sarapan.

sarapan pagi di hotel bintang 4 tentulah mewah. ada berbagai macam pilihan untuk kami yang dewasa, tapi tidak untuk anak bayi. saya dan istri makan nasi hainan sepiring berdua. untuk anak, kami berikan bubur instan, bubur polos, kue, pancake, omelet, dan buah-buahan. pokoknya apapun yang ada, yang tidak begitu berbahaya untuknya, maka kami berikan saja supaya perutnya tidak kosong. maklum darurat.

setelah sarapan, kami dibawa ke bandara sekitar pukul 07.00 pagi. molor setengah jam dari waktu yang dijanjikan. ada miskomunikasi antara kami, petugas resepsionis, dan supir dari hotelnya. petugas resepsionis menyuruh kami sarapan dulu, sedangkan supir menunggu di lobi. jadi terjadilah aksi saling tunggu antara kami di tempat sarapan, dengan supir yang mengira kami masih di kamar, padahal lobi dan tempat sarapan letaknya berdekatan.

setibanya di bandara, saya melapor ke kantor singa air yang di luar. katanya langsung masuk saja untuk check in. ketika di ruang keberangkatan, sebelum check in, saya tanya dulu ke petugas lainnya tentang barang kami yang dititipkan, dan barang yang masih belum ketemu. katanya coba tanya ke tempat transit kemarin. kemudian kami bertiga mendatangi tempat itu. kata petugas di sana, barang yang dititipkan kemarin sudah dimasukkan ke pesawat, tinggal check in. namun koper yang raib masih belum jelas keberadaannya. kembali saya sedikit emosi dengan petugas di sana, dan meminta nomor kontaknya untuk jaga-jaga apabila nanti di pekanbaru barang kami masih tidak ada.

tak lama setelah check in, kami mendapat kabar dari keluarga di bengkulu bahwa sudah ada klarifikasi dari pihak singa air bengkulu. ternyata kopernya memang sudah dikirim, tapi bukan turun di batam, melainkan diikutkan lagi pada penerbangan ke padang sore kemarin. jadi, koper tersebut akan dikirim lagi dari padang ke pekanbaru, via batam hari ini. petugasnya bilang, berbarengan dengan pesawat yang akan kami tumpangi ke pekanbaru nanti, lengkap dengan nomor penerbangannya yang memang sama. kami pun menjadi sedikit lega.

sampai di pekanbaru, saya pun menunggu barang-barang bagasi dengan cemas-cemas harap. 1 jam lebih kami menunggu bagasi itu keluar semua. ya benar, 1 jam lebih. bahkan waktu tempuh pesawat dari batam ke pekanbaru saja lebih cepat dari itu. hingga salah seorang petugas berteriak “habis” dari balik tirai tempat bagasi-bagasi itu muncul, saya masih belum bertemu dengan si koper yang raib. selain itu ada beberapa orang dari padang yang transit di batam, juga kehilangan semua barang bagasinya.

huff.. serasa tak percaya, kembali saya harus berurusan dengan petugas lost & found singa air. kali ini saya pun masih harus menjelaskan panjang lebar tentang kronologi kejadian dari bengkulu kemarin. sambil menunggu petugas itu mencari-cari, saya pun ikut-ikutan mencari-cari lagi ke sekitar tempat bagasi keluar. akhirnya dia mengatakan bahwa barangnya baru akan dikirimkan melalui penerbangan berikutnya yang akan tiba di pekanbaru sekitar jam 3 sore nanti. kalau sudah sampai, dia akan telepon, begitu janjinya.

waladalah.. kalau memang belum dikirim, harusnya tadi ga usah bilang barangnya barengan, pake menyebut nomor penerbangan segala. seakan-akan sudah yakin benar. jadinya waktu saya terbuang lagi 1 jam lebih gara-gara menunggu sesuatu yang tidak ada. dan kami bersama anak bayi!

oke. terimakasih sudah mau baca sampai sini. capek bacanya? kami lebih capek lagi. capek jiwa dan raga. 2 hari itu kami benar-benar dibuat bagaikan sedang angkat barbel sambil naik roller coaster di samping orang yang belum mandi 13 hari. ada senang, ada sedih, ada lelah, ada kesal, ada waswas, ada jijik, ada kecewa, ada lega, semua campur aduk jadi satu. meski demikian, banyak pelajaran yang kami dapatkan dari pengalaman tersebut. alhamdulillah akhirnya bahagia, istri saya dan kopernya bertemu kembali sore itu sesuai yang dijanjikan.

dari pengalaman kami tersebut, bisa dilihat bahwa singa air memang ada kekurangannya, tapi masih punya kelebihan juga. sebagian orang mungkin ada yang menganggap pelayanan singa air yang seperti tidak menghargai penumpang, waktu, dan barang itu sebagai kesalahan-kesalahan yang selalu berulang alias tidak pernah ada perbaikan. sementara sebagian lainnya tetap memakai jasa singa air sambil berdalih “terpaksa, tidak ada pilihan lain”. kendati demikian, kalau ditanya apakah saya jera naik singa air? tidak juga. apakah orang-orang jera naik singa air? mungkin. namun singa air tetap ramai peminat. sama seperti kucing di awal cerita ini. ataukah singa air ganti nama saja jadi kucing air?

bonus. hikmah dari perjalanan di atas yang bisa kami petik:
1. saya punya keinginan untuk mengajak anak dan istri liburan dan menginap di batam. ternyata kesampaian tanpa direncanakan.
2. sebaiknya pakaian tidak disimpan dalam satu koper saja, tapi ada juga pakaian persiapan yang disimpan di tas yang lain.
3. selama ini biasanya kami hanya membawa satu ransel dan satu tas bayi untuk ditenteng (selain barang bagasi) ketika akan menempuh perjalanan jauh. sepertinya akan kami ganti dengan 2 ransel saja, dengan salah satu ransel berukuran lebih besar.
4. barangkali di hotel bisa numpang masak bubur, tapi kami belum coba karena buru-buru dan panik. lain kali, mau coba tanya.

saya, saya, matahari

assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
terima kasih kepada pembawa acara atas kesempatan yang diberikan.

di penghujung tahun ini saya terserang penyakit. biasanya kalau orang sakit batuk, masih bisa pergi sekolah. sakit pilek, masih bisa pergi kuliah. sakit kepala, masih bisa pergi bekerja. bahkan banyak juga yang meremehkan.

pas ada yang batuk dan pilek, orang bilang: “alah, cuma pilek batuk aja.. ga mau sekolah..” ternyata dia tbc, terus besoknya meninggal.
pas ada yang badannya panas, orang bilang: “alah, cuma hangat dikit aja.. ga mau kuliah..” ternyata dia dbd, terus besoknya meninggal.
pas ada yang garuk2, orang bilang: “alah, cuma panu aja.. ga mau kuliah..” ternyata dia garuk2 kepalanya bandar narkoba, besoknya meninggal.

kadang2, orang sakit itu sendiri yang memaksakan tetap beraktivitas, krn merasa masih kuat. dia juga merasa ga butuh obat dan dokter. katanya dengan dibawa beraktivitas, nanti jadi sehat sendiri. begitulah yang terjadi pada saya.

dimulai pada hari senin, saya akhirnya main futsal lagi setelah hampir 2 tahun vacuum. karena mainnya dengan orang2 yang merupakan karyawan di kantor mereka masing2, jadi jadwalnya dimulai jam 8 malam. main futsal 2 jam, pulangnya jam 10 malam lewat, disertai gerimis. besoknya kaki kaku2 sampai 2 hari.

hari rabunya, di saat kaki saya masih belum normal kembali, saya harus ke luar kota. berangkat pagi habis shubuh, di sana makan jam 10 pagi, menu: nasi padang. urusan selesai jam 3 sore, baru bisa makan siang. menunya durian. ya, durian. thok. bukan nasi.

kamisnya, saya harus berangkat lagi keluar pulau. di musim liburan seperti ini, bukan hanya jalanan yang ramai, lalu lintas di udara pun tidak sepi. banyak penerbangan yang delay, karena pesawat harus menunggu giliran terbang. jadi tipsnya, usahakan ambil penerbangan yang paling pagi. karena semakin sore penerbangannya, semakin besar delta delay-nya.

sama seperti penerbangan saya kali itu. pekanbaru-batam menghabiskan waktu 6 jam, padahal lama perjalanan cuma 40 menit. kelamaan di ruang tunggu dan ruang ambil bagasinya.

karena saya lupa tentang peak season ini, jadi saya tidak mempersiapkan makanan dan minuman. lalu saya kena maag. kemudian di sana saya makan seketemunya saja. dan menurut saya yang paling aman (baik dari segi kehalalan dan harga) itu adalah restoran padang. namun hari kedua di sana saya kena diare. siangnya kehujanan. malamnya meriang. besoknya harus kembali lagi ke pekanbaru. sampai di pekanbaru, saya kena flu dan batuk berdahak.

hari senin sebenarnya saya masih kurang fit, tapi saya paksa tetap beraktivitas. kemudian hari selasa terjadilah pemecahan rekor dalam kehidupan saya.

sekitar pukul 11 siang, ketika saya lagi duduk di depan laptop, tiba2 ada yang mengalir lembut di dalam hidung saya. saya pikir awalnya hanya ingus. ternyata lajunya lebih cepat, tidak sekental ingus, dan langsung menetes. berwarna merah darah.

selamat, kamu mimisan untuk yang pertama kalinya. dua kali saya mimisan hari itu, sekali lagi sore sekitar jam setengah 6.

sekarang hari kamis, kemarin saya sudah tidak mimisan lagi. tapi sekitar mata kanan saya terasa sakit di dalamnya seperti dipukul orang. dan jalan pun masih terasa terombang ambing seperti baru turun dari kapal laut. masih belum tau karena apa. mohon doanya saja untuk yang terbaik.

ngomong-ngomong, “saya, saya, matahari” kalau dinggriskan jadinya “me, me, sun.” cara membacanya: mimisan.

sekian terima kasih, nama saya husein. wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

cuma sebentar

sabar saja,

kalau tergesa mau nikmati semua,

kalau rakus ingin miliki segala,

tak akan ada habisnya.

kerja berat, jabatan tak ada, dan kurang harta?

yang udah jadi anggota dewan saja, gaji berjuta-juta, ada yang masih cari uang sisa.

kamu kesepian, tak ada teman berbagi keluh kesah dan cerita?

yang artis populer saja, dikenal semua, dipuja di mana-mana, masih ada yang jatuh ke liang narkoba.

bumi juga sudah renta,

rentang usia manusia pun tak lagi lama.

yang mati tua tak lebih banyak dari yang muda meregang nyawa.

 

meski di dunia ini orang benar dan jujur terlihat hina dan menderita,

meski orang curang dan tamak terlihat bahagia dan mulia.

tahan dulu. tetaplah lurus. cuma sebentar lagi kok.

untuk apa?

pernahkah kau merasa betapa beberapa pelajaran yang diajarkan di sekolah itu belum pernah kau amalkan di kehidupanmu? kapan masuknya voc ke indonesia, isi perjanjian meja bundar, lapisan-lapisan langit, bulu cambuk, buffer basa, trigonometri, lengan momen, dll. pernahkah kau memakainya di kehidupan nyata ini? mgkn sebagian pernah, karena profesinya adalah guru, ilmuwan, atau dosen. hmm.. atau mgkn karena ikut lomba mata pelajaran.

namun, apa faedahnya kita belajar mitokondria, jenis2 hewan invertebrata, membelah katak, cara reproduksi platipus, dan persilangan lalat buah? bukankah lebih baik kita diajarkan budidaya gurame, atau beternak udang sekalian? dalam satu semester sudah berapa banyak juragan2 gurame yang tercipta, bisa mengurangi pengangguran dan meningkatkan ketahanan pangan.

demikian pula dengan alkena alkuna alkana, untuk apa? campur-campur bahan kimia, melihat perubahan wujud, warna, rasa dan bau. kenapa ga sekalian aja kita belajar meracik minuman herbal? mencampur jahe dengan kunir asem, atau kelapa dengan jeruk dan selasih, terus apa khasiatnya. bahkan mgkn belajar memasak nasi goreng jauh lebih berguna daripada percobaan tinta merambat di kulit jagung.

begitu juga dengan lapisan2 bumi, lapisan2 langit, dll. kalaupun mau jadi astronot, nanti pasti diajarkan lagi tentang troposfer dkk. klo memang mau belajar bumi, nanti sekalian belajar di geodesi, geologi, geofisika, pertambangan, perminyakan, dll. biar nanti bisa nambang sendiri di negeri ini. ga bergantung lagi sama freeport, chevron, dan exxonmobil. coba diganti pelajarannya jadi mengolah tanah supaya subur, menanam buah dari mulai mencangkul tanahnya, memasukkan ke polibag, memindahkan ke tanah, membasmi hamanya, pengaruh cuaca terhadap masa tanam, sampai panen.

kemudian lagi pada pelajaran matematika, disuruh menghitung sin cos tan. serius, dalam kehidupan nyata, berapa orang dari teman sekelas kau waktu sekolah dlu yg sekarang memakai sin cos tan untuk hidupnya? klo pun perlu untuk bikin gedung yang mahal dan bernilai arsitektur tinggi, atau bangunan yang sangat presisi seperti jembatan antar pulau, itu para insinyurnya pasti belajar lagi di kuliah mereka di jurusan arsitektur, teknik sipil atau desain interior. kenapa di sekolah itu tidak dibikin saja pelajaran menjual gurame atau buah2an yg tadi dikelola? mereka bisa mengaplikasikan operasi tambah, kurang, kali, bagi. berapa pupuk, berapa modal, berapa diskon klo orang beli banyak. jadinya masih kelas 2 sma udah bisa memproyeksikan keuntungan, bukan memproyeksikan segitiga.

lalu sebenarnya untuk apa juga kita belajar tentang megantropus, punden berundak-undak, revolusi perancis, sejarah yunani kuno, nebukadnezar, penyebab perang dunia 1, dll selama sekian jam? menghabiskan buku, tinta, energi, waktu bermain dan bersosialisai, apakah hanya untuk ujian semester? mungkin lebih baik klo kita dlu ditunjukkan penyebab2 bencana, musibah dan penyakit. musibah kabut asap, karena orang serakah bakar hutan. banjir bandang, karena orang menebang hutan. sakit kanker paru2, sakit jantung, darah tinggi, krn merokok dan pola hidup yang tidak sehat. tapi itu dua jam setiap minggu, dan benar2 dramatis mengajarkannya, sehingga yg tertanam di benak mereka itu yg bermanfaat, tidak mau berbuat kerusakan di alam. bukan kapan terjadinya perang diponegoro.

belum lagi beberapa pelajaran2 fisika, yang untuk kasus hidup saya, cuma di lab fisika soal2 itu bisa digunakan. itupun dengan angka2 yg sudah ditentukan supaya hitungannya pas. atau soal seperti ini:

jarum panjang sebuah jam mempunyai panjang 6 cm. tentukan vektor kecepatan rata-rata ujung jarum tersebut dalam interval waktu 20 menit dari angka 12 ke angka 4. nyatakan dalam sistem koordinat, di mana sumbu x ke arah angka 3 dan sumbu y ke arah angka 12.

nyatakan dalam sistem koordinat??? kemungkinan besar sampai meregang nyawa nanti, saya tidak berurusan dengan sistem koordinat. tapi tak apa, penyelesaiannya adalah sbb:

r1 = 6j cm
r2 = (6 cos 30°i+ 6 sin 30°j) cm
= (3√3i + 3j) cm
vektor perpindahan:
∆r = r2 – r1 = = 3√3i + (3 – 6) j
= (3 √3i – 3j) cm
kecepatan rata-rata:
Vr = ∆r/∆t = (3√3i – 3 j) cm/ 20 menit
= (0,15 √3i – 0,15 j) cm/menit

sesak napas ga?

sekarang anak2 sd yang masih bau kencur harus pulang sore karena les ini itu. anak smp-nya pulang magrib. anak sma-nya pulang malam. kejahatan terhadap anak meningkat, kenakalan remaja bertambah. kontrol orang tua sudah makin berkurang karena jarang bertemu. mgkn ada yg pamit pergi les, tapi malah main ke rental ps.

menurut hemat saya, sudah saatnya sekolah berubah. andai kata para penyusun kurikulum pada jaman dulu punya pertimbangan lain, ya mungkin memang saya yang salah dalam memahaminya, mohon dimaafkan. namun bila suatu budaya sudah tidak bermanfaat lagi, apakah masih perlu kita pertahankan? untuk apa?

melawan asap

pria-pira gagah nan berseragam keluar dengan sigap dari helikopter yang baru saja mendarat. entah ini sudah helikopter ke berapa yang membawa pasukan militer dengan masker udara lengkap. mereka adalah tentara dari berbagai negara yang tergabung dalam utusan pbb. indonesia dianggap pbb sudah tidak dapat lagi melindungi rakyat dan mengatasi gejolak di kawasannya sendiri. dunia pun mendesak pbb untuk mengirimkan bantuan.

kabut putih langsung menyambut mereka yang datang berniat membantu. penduduk setempat telah dihimbau untuk mengungsi dari sebulan yang lalu. tugas para serdadu adalah memaksa penduduk yang masih bertahan untuk segera pindah, dan mengatasi kekacauan yang timbul karena banyak penjarahan di bangunan-bangunan yang ditinggal penghuninya.

letusan senapan sesekali terdengar sebagai tanda ada penjarah yang ditembak. kesulitan ekonomi dan keputus-asaan menjadikan beberapa orang nekat untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. terpaksa mengungsi membuat orang-orang tidak bisa membawa semua harta benda mereka. barang-barang tertinggal itulah yang menjadi target serigala-serigala berwujud manusia.

sementara yang sedang dalam perjalanan mengungsi pun belum bisa tenang. selain teringat pada harta yang ditinggal, tak semua dari mereka tahu apa yang akan dilakukan di tempat yang baru nanti. memulai usaha baru di usia yang tak lagi muda, ketika modal pun sudah tidak seberapa karena kelesuan penjualan waktu asap menggila, menjadi momok yang membuat jantung berdenyit kala terlintas di kepala. saat ini hanya bisa pasrah dan menikmati perjalanan yang tak bisa dinikmati.

betapa tidak, apabila ada mobil yang tertinggal dari iring-iringan pengungsi, ataupun luput dari penjagaan aparat, saat itu juga perompak datang mendekat. jika mereka sedang tidak dalam mood yang bagus, bukan hanya harta tapi nyawa pun ikut disikat. lalu satu keluarga hilang dari dunia ini di tengah kabut yang pekat.

sementara mereka yang sudah sampai di tempat baru pun masih belum bisa meluruskan kaki. status mereka adalah pengungsi, bukan pegawai yang dapat promosi, bukan pula sebagai pejabat yang dimutasi. kalaupun ada sambutan ramah, paling hanya sehari-dua hari. setelah itu, harap tau diri. anak-anak mereka yang kecil bertanya tanpa henti; kapan pulang?

kemalangan negeri ini tidak berhenti sampai di situ. di lokasi pendaratan helikopter bantuan, ternyata terselip beberapa orang yang tidak terlalu gagah. mereka bukan dari militer, tapi ilmuwan dan insinyur. sebagian negara tidak mengirim bantuan dengan cuma-cuma. sambil menyelam minum air. sambil membantu, ambil juga kesempatan untuk mengeksplorasi wilayah yang katanya surga dunia. siapa tahu ada sumur minyak baru, batubara, atau emas yang belum digali.

memang, cerita di atas bukan kejadian sebenarnya di indonesia. belum. sekarang orang-orang masih bisa keluar rumah dengan masker tipis yang diobral di pinggir-pinggir jalan. 5000 dapat, setiap simpang ada. televisi pun masih sempat menyiarkan berita artis yang koleksi parfum ratusan juta atau sedang perawatan sulam alis. toh kejadian kabut asap udah biasa, tiap tahun kan rutin. besok juga mereka tenang lagi kalau sudah datang musim hujan. tapi sampai kapan pengasapan manusia ini mau jadi event tahunan?

bagi saya ini sudah masuk kriteria pemusnahan massal. genocidal. sebab udara bersih sebagai salah satu bahan pokok untuk bertahan hidup sudah tak bisa lagi didapat dengan mudah. saddam hussein saja dihukum gantung dan disiarkan proses eksekusinya. padahal sampai sekarang tidak ditemukan mana senjata pemusnah massalnya.

mungkin semua ini bisa terjadi berkali-kali karena para pembakar itu hanya ditindak tegas. dari dulu selalu hanya ditindak tegas. mereka memang sempat berhenti, tapi saat penindaknya pindah tugas, atau selesai bertugas, atau tidak tugas/tidak tegas lagi, kebakaran hutan dan lahan akan terjadi kembali. lagipula saya tidak tahu maksud ditindak tegas itu apa. kalau izin perusahaannya dicabut, besok mereka bisa ke notaris yang lain, bikin izin baru, dua hari kemudian akta perusahaan berikut siup, dll beres. bukankah itu yang dilakukan di paket ekonomi jilid 1; penyederhanaan perizinan.

beri pembelajaran, dan jatuhkanlah hukuman yang memberikan efek jera. baik ke perusahaannya, karyawannya, warga setempat, termasuk aparat yang terlibat dan tutup mata. supaya bawahan mereka, keluarga mereka, keluarga dari kekasih gelap mereka, dan tetangga-tetangga mereka, serta siapapun, tidak ikut-ikutan meniru melakukan hal seperti ini lagi di kemudian hari.

dalam hal memadamkan api, apabila personil negara ini tidak cukup, bukalah recruitment bagi anak-anak muda di indonesia. siapa yang mau membantu memadamkan api di kalimantan dan riau, silahkan daftar. saya yakin ada jutaan orang yang mendaftar. sedangkan artis-artis korea saja ada yang ikut militer, masa anak muda indonesia ga berani. kemudian lagi, bilalah ada yang menawarkan bantuan, walaupun sikit, janganlah pula ditolak. kan ini ceritanya sedang kewalahan, sedang dalam kemalangan, bantuan sekecil apapun hendaknya dihargai. lagi krisis, jangan gengsi.

itu.

digantung kecamatan

menimbang
oleh kerana hati saya dan hatinya telah terpaut dalam sebuah mahligai yang bernama pernikahan pada hari 3, boelan 5, tahoen 14, maka ada hal-hal jang mengenai peroebahan administrasi kependoedoekan jang haroes diselesaikan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja, antara lain: perubahan ktp.

sewaktu lajang, saya terdaftar secara resmi sebagai penduduk kotamadya bandung yang jomblo dan bersahaja, sedangkan ibu suri adalah warga kotamadya bengkulu. kami berdua telah memiliki e-ktp saat itu. setelah melalui berbagai macam pengurusan surat-surat dan kelengkapan berbagai dokumen lainnya yang membuat terjadinya pengurusan badan saya juga, akhirnya kami mendapatkan ktp pekanbaru pada bulan mei 2015. iya, ktp saja. bukan e-ktp.

mengingat
hak-hak warga negara di negeri ini juga terkadang dibeda-bedakan dari jenis ktp-nya. iya, ada beberapa urusan yang tidak bisa dilakukan apabila ktp yang dimiliki belum berjenis e-ktp. percayalah.

mengantisipasi
lantaran demikian, setelah menerima ktp, saya langsung mengurus ke uptd di kantor camat untuk mendapatkan e-ktp secepatnya. pada waktu itu, syarat yang diminta petugas di sana hanya fotokopi kk 1 lembar, dan fotokopi masing-masing ktp yang hendak diubah jadi e-ktp 1 lembar. setelah itu beliau juga minta dituliskan nomor hp. katanya nanti klo sudah selesai akan dikabari lewat sms. lalu saya disuruh pulang.

menerima kenyataan
dua pekan telah berlalu, sms yang ditunggu tak kunjung tiba. yang masuk malah sms pemberitahuan bahwa kuota paket data sudah habis, dan harus diisi kembali, yang mana harganya skrg sudah melambung tinggi ga masuk akal. iya elu operator plat merah. saya ganti jadi pake kartu yg hitam aja. kuota sama, kecepatan ga jauh beda, harga setengahnya.

sebulan kemudian, pada sebuah acara kenduri di bulan juni, saya bertemu dengan pak rw. tanpa banyak cingcong lagi, saya langsung menyampaikan keluh kesah saya kepada beliau tentang e-ktp. beliau heran, katanya seminggu beres. saya disuruh datang saja langsung ke kantor camat dan menanyakan langsung ke sana, ga usah tunggu di-sms.

besoknya saya ke kantor camat, terjadilah dialog antara saya dengan petugas di sana:
“sudah dapat sms?”
“belum, pak.”
“tunggu sms dulu. klo udah di-sms, baru ke sini.”
“kira-kira berapa lama pak?”
“biasanya paling lama 2 bulan. pulang aja, nanti pasti di-sms, ga usah datang ke sini. daripada bolak-balik ke sini mau nanya ternyata belum selesai.”
lalu saya pulang dengan tangan hampa dan hati kesal.

selang beberapa hari kemudian, di koran ada berita dari pak camat di kecamatan saya. dia memberi nomor call center jika ada warga yang mau berkomunikasi dengan kecamatan. dari bulan juni sampai bulan juli saya hubungi nomor itu, jawabnya belum selesai. bulan agustus pun saya hubungi nomor itu, jawabannya tetap sama, belum selesai. kalo saya tanya prosesnya sudah sampai mana, tidak pernah dijawab. terakhir saya sms di bulan september ini kemarin, sama saja, tak ada jawabnya.

merasa
sistem seperti ini sangat tidak transparan dan menggantung harapan. saya sebagai warga hanya disuruh menunggu tanpa kepastian. klo saya datang ke sana, hanya disuruh pulang dan tunggu sms. saya pun tidak diberi tahu, sekarang prosesnya sudah sampai mana. apakah ia memang sudah diproses, atau kah ada kesalahan sehingga prosesnya tidak bisa dilanjutkan. atau tercecer. atau bagaimana, saya tidak tahu. saya cuma disuruh menanti sesuatu yang dinanti.

mengusulkan
bagaimana apabila sebaiknya dibuatkan sistem yang transparan. semacam sistem tracking-nya jne atau tiki. ketika warga memasukkan nik atau nomor kk-nya, maka dia akan tahu keberadaan dokumen sekarang sedang di mana, dalam proses apa. mungkin akan sedikit menambah kerja bagi pihak yang mengurus pembuatan e-ktp di uptd kecamatan atau di dinas kependudukan. tapi demi pelayanan warga, kenapa tidak. palingan hanya memasukkan nik saja untuk setiap disposisi atau perpindahan dokumen.

saya bisa membuatkannya klo memang belum ada. tidak perlu ada komputer di setiap meja, karena sistem ini bisa diakses melalui desktop, laptop, ataupun tablet bahkan telepon seluler. pak camat dan kepala dinas pun bisa mengetahui bagian mana yang paling lambat proses pengurusannya, sehingga bisa dievaluasi. apabila kerja di bagian itu memang berat, bisa ditambah orangnya, atau diganti alatnya.

mengharapkan
semua senang, dan menjadi lebih baik.

kesimpulan
1. persyaratan pembuatan e-ktp (apabila sebelumnya sudah punya e-ktp) cukup mudah, hanya fotokopi kk dan ktp masing-masing 1 lembar.
2. namun prosesnya masih belum transparan. ada yang sebentar, ada yang lama. apakah lamanya karena tercecer, atau tersalip, atau ada kesalahan, saya tidak tahu.
3. tidak tampak ada pungli dalam prosedur ini.
4. tapi saya bolak-balik hanya disuruh menunggu dan menunggu, tanpa kepastian.
5. bisa dibuat sistem informasi untuk memperbaiki keadaan ini. saya bersedia membuatkannya.