dari ban ke ban

ahad 131209, temanku yg biasa kupanggil dengan sebutan “moh” melangsungkan pernikahannya dengan seorang perempuan dari tuban. makanya, sehari sebelumnya, sabtu 121209, sekitar jam 3 sore aku berangkat dari bandung ke arah timur menyusuri pantai utara pulau jawa dengan bus malam kramatjati menuju medan, halah,, ya menuju tuban laahh,, lha wong acaranya di tuban. legian sejak kapan medan ada di timur pulau jawa..

perjalanan dari tempat mangkal bus itu, di depan boromeus di jalan juanda bandung, sampai ke alun2 kota tuban, memakan waktu sekitar 15,5 jam (termasuk waktu ngetem2 busnya). biaya 145ribu, sudah termasuk makan malam + satu buah roti + air mineral 600ml. jika ditambahkan dgn waktu tempuh dari tuban ke bandung (dengan asumsi waktu tempuh disamakan dg dari bandung ke tuban), maka jumlahnya menjadi 31 jam, on the bus. lalu berapa jam kah aku berada di tuban? tidak lebih dari 11 jam. dari setengah 7 pagi sampai setengah 6 sore saja..

oke, cukup dgn matematikanya, ahaha, sekarang cerita tentang tuban saja. meskipun hanya sebentar, tp aku sempat melihat beberapa perbedaan tuban dengan bandung, padahal mereka sama-sama mempunyai suku kata “ban” pada namanya. pertama, tidak ada angkot di tuban! sayangnya aku terlalu shock demi mendengar dan menyadari hal itu, sehingga aku tidak bertanya mengapa bisa demikian, dan transportasi umum apa yang digunakan oleh para penduduk sehari-harinya. dan aku tidak sempat mengklarifikasi apakah benar di tuban ga ada angkot, ataukah hanya candaan temanku saja, atau yg dia maksud ga ada angkot itu hanya di sekitar daerah situ doang. tapi yang jelas, selama 11 jam itu aku memang tidak melihat angkot satu pun.

kedua, sepeda bertebaran dmana-mana. jalanan lengang tuban sesekali dipenuhi oleh orang2 bersepeda di tepi2nya. baik anak anak, muda mudi, ibu ibu, bapak bapak, siapa yang punya anak bilang aku.. hayaayhaha..XD.. dan serunya lagi, tipe sepedanya hampir sama, yaitu tipe sepeda2 ontel yg berkeranjang di depannya. entah kenapa bisa begitu, aku pun tak sempat bertanya lebih lanjut pada penduduk setempat. tp aku sempat meminjam sepeda seorang ibu dan berfoto. ahahaii..

ketiga, di tuban ada makam dari salah satu sunan, yaitu sunan bonang. makam itu ramai dikunjungi oleh orang2 yang ingin berziarah. dalam pikiranku yg awam ini, tujuan berziarah adalah untuk mengingatkan kita tentang kematian. orang yg dulunya hidup, skrg tidak bisa apa2 lagi, sudah meninggal, sudah dikubur. bagitu juga dengan kita kelak. namun, kata penduduk tuban, tidak sedikit orang yg datang ke makam sunan bonang untuk meminta sesuatu, memohon sesuatu, pada kuburan, pada orang meninggal.

hawlloooo.. daripada lo minta ke kuburan, mendingan lo minta ke andrea hirata atau ke personil pee wee gaskins aja, masi ada kemungkinan dikasi kan. ini malah minta ke kuburan. dah kuburan benda mati gitu, gmn mau ngasi.. heran, di zaman skrg yg udah bisa ngupdate status facebook via handphone dg gratis selama satu tahun bgini, masi aja ada yg percaya bgituan. padahal udah dinasehatin dari jaman nabi ibrahim dulu kayaknya..

btw, kenapa andrea hirata disebut-sebut? karena aku baru saja tamat membaca laskar pelangi untuk pertama kalinya! yihaa.. trus kenapa pula pee wee gaskins? karena tadi malam abis liat2 blognya personil pee wee gaskins. ternyata ada sebuah band yg ada anti-nya yak. kirain yg ada anti-nya tu cuman mabok darat, laut, dan udara doang. ckckck.. macam2 aja indonesia ini.. berbeda-beda bolehlah, tp tak perlulah sampai ada kekerasan, permusuhan. sebaiknya yang ada itu pernikahan saja. lha wong si “moh” yg beda banget ama istrinya dari segi gender aja bisa nikah.. ahaha 😆

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-
Advertisements