peyorasi pelangi

ketika kita hendak mengiaskan sesuatu yang indah, maka salah satu kata yang biasa dipilih untuk mengekspresikannya adalah pelangi.

jamrud pernah membuat lagu yang liriknya “ada pelangi di bola matamu”. koes plus dan boomerang juga memakai kata pelangi sebagai judul lagu. sherina pun tak ketinggalan dengan lagu pelangiku. di barat sana, ada juga lagu yang berjudul somewhere over the rainbow yang alunannya terasa sejuk di qalbu. kemudian lagu what a wonderful world yang di dalamnya ada kalimat “the colors of the rainbow, so pretty in the sky” juga begitu.

lagu-lagu tersebut menyiratkan tentang keindahan pelangi. bahkan satu lagu anak, pelangi-pelangi alangkah indahmu, sudah secara gamblang mendeskripsikan indahnya lukisan tuhan yang satu ini.

namun kini, pelangi dipakai oleh orang-orang yang mengaku bertoleransi pada “perbedaan”. mulut mereka lantang berbicara bahwa mereka membela sesuatu yang benar. mereka gadaikan energi, waktu, dan kepercayaannya untuk membiaskan yang haram, yang bahkan jauh tidak lebih penting dari sekian banyaknya permasalahan-permasalahan bangsa di sekitar mereka saat ini.

apabila diberi nasihat, mereka malah memandang leceh dan menertawai. mereka sholat, mereka puasa, bahkan mereka berniat naik haji. kendati demikian, bila dibacakan ayat-ayat suci yang menunjukkan salahnya perbuatan mereka itu, mereka menghindar, mencemooh, mengada-adakan argumentasi. bagaikan membuat agama sendiri.

saran saya, yang pertama, kalau memang ingin memakai lambang atau simbol yang berhubungan dengan “perbedaan”, jangan pakai pelangi. pelangi itu simbol keindahan yang sudah disetujui semua orang, sedangkan kalian tidak. pakailah yang lain, ta* misalnya.

ta* kan juga bermacam-macam warnanya. ada yang coklat, coklat kekuningan, kuning, krem, bahkan hijau. merk-nya juga banyak, seperti chanel, fendi, hermes, hilde palladino, lana marks, louis vuitton, mark jacobs, mouawad, prada, dan judith leiber.

kedua, kembalilah kepada fitrah semula jadi. kembalilah pada jalan yang diridhoi. jangan pura-pura buta, jangan berlagak tuli, jangan biarkan hatimu terkunci. apalagi sampai menantang azab ilahi. jangan takut mengambil posisi, dan menunjukkan di pihak siapa kamu berdiri. walaupun nanti akan ada yang memusuhi.

saya memberi saran, bukan karena saya ini sudah suci. bukankah saling nasehat-menasehati itu adalah ciri orang yang tidak merugi?

coba tanyakan pada penggemar laskar pelangi. bagaimana bila ikal, lintang, sahara, mahar, a kiong, syahdan, kucai, borek, trapani, dan harun diibaratkan sebagai laskar pelangi yang mengalami peyorasi?

orang bodoh, orang pintar, dan orang lain

pada zaman dahulu
ada satu wilayah
diberkati dengan hutan lebat
dan cuaca bersahabat

tapi di sana banyak orang bodohnya
mereka tidak mau diajar,
karena merasa berpikiran terbuka lagi pintar
juga tidak mau menerima kritik dan saran

sialnya
orang pintar pun hanya segelintir
tidak mau mengajar pula
malah memanfaatkan dan mencibir
serta mengakali orang yang tak sepandai mereka

orang bodoh ada yang kaya
umumnya sombong dan kurang ajar
padahal warisan dari leluhurnya

orang pintar ada yang bersahabat dengan mereka
supaya kecipratan harta alakadar
untuk ikut hidup berfoya-foya

orang bodoh yang tamak
orang pintar yang licik
walaupun tidak menjadi pemimpin resmi
namun oleh merekalah wilayah itu dikuasai
yang menguras kesejahteraannya
yang meraup kemakmurannya

orang lain yang di luar golongan mereka
cuma bisa komentar sesekali dan berdebat seadanya
lalu melanjutkan hidup seperti biasa
sampai bersentuhan garis waktunya
dengan orang bodoh dan orang pintar

bila jadi teman mereka,
akan ikut-ikutan terjerumus
bila jadi lawan mereka,
akan dimusnahkan diberangus

maka banyaklah yang memilih menghindar
menjadi asing, mencari aman, dan membiarkan
menunggu saja semampunya dan bersabar
akan siapa yang menyentuh duluan
orang bodoh dan orang pintar, atau tuhan