hidup sederhana tapi berbahagia

salah satu hal yang aku suka dari music event adalah bebas mengeluarkan suara mengganggu tanpa takut malu ato dimarahin. baik itu berteriak, bernyanyi dengan suara sumbang, maupun buang angin dg nada e mayor purnawirawan, semuanya bebas. ohya, pada event tertentu seperti orchestra ataupun choir, mgkn tidak sebebas itu karena ada ketentuan yg sedikit berbeda. tapi setidaknya ada kesempatan untuk itu pada saat para penonton bertepuk tangan. ehe..

semalam aku menghadiri ganesha music event, acara tahunannya apres!-itb (sebuah unit kemahasiswaan itb yang cinta musik dan bermusik). kegiatan musik bertemakan “harmoni apresiasi” ini menampilkan band-band apres!, yaitu baby eats crackers, bems, dan cerpintaxt. serta menghadirkan bintang tamu spesial, efek rumah kaca. ohya, ada juga pelformance yg imut2 cekali dali paduan cuala ecde banjal salii (ada juga performance yg imut2 sekali dari paduan suara esde banjar sarii).. ohowhow.. ohya ama ad theatrical performance, ama stompres jugaa..

berbicara tentang efek rumah kaca, behh, band ini tu ya, yg namanya down to earth-nya, udah kaya’ apaan tau. bener looh, misalnya, dari pakaian mereka pas manggung, itu menurutku ngga ada apa2nya bila dibandingkan dengan pakaian band2 yg tampil sebelumnya, yg dress-up banget gitu. pakaian mereka itu udah kaya’ yg cuma mau latihan di rental band gitu..

trus cara mereka bertingkah laku juga, ya ampuun, humble banget gitu.. abis aku foto bareng ama mereka kan aku minta salam kan sama bassist-nya, si adrian. nah itu ya, masa’ dia yg nyalamin aku tuh sambil nunduk kaya’ yg salaman ama presiden aja, trus dia sambil nyebutin nama, ‘adrian’.. helooow, kamu itu tuh artis yaa, ga usah pake kenalan juga udah terkenal,, ckckck.. trus dgn sedikit kaget dan terkaku kaku, aku bales, ‘husein’.

aduh ini kenapa cara berbahasanya jd aneh bgini ini.. ini semua gara2 fitri tropica nih..

dgn pengalaman itu, aku berpikir. artis aja yg terkenal dan berprestasi macam efek rumah kaca aja bisa serendah hati itu. sedangkan aku, yg bukan artis, dan sama sekali jauh dari dunia artis, seringkali sombong, angkuh dan jumawa.. ckckck.. astaghfirulloh..

ohya, tapi meskipun penampilan sederhana begitu, skill bermusik mereka tidaklah sederhana, jago. karyanya juga bagus, lirik2 lagu mereka tidak sembarangan. bahkan ada beberapa lagu yg tidak menyuratkan secara langsung tentang apa lagu tersebut. contoh lagu ‘di udara’ yg didedikasikan untuk almarhum munir, ataupun lagu ‘kamar gelap’ yang kata ison dan bayu itu tentang fotografi.. ada juga lirik2nya yg penuh dg nasehat yg tidak menggurui seperti lagu ‘efek rumah kaca’, ‘debu-debu beterbangan’, ‘menjadi indonesia’. trus ada juga liriknya yg menyentil seperti, ‘belanja terus sampai mati’, ‘banyak asap di sana’, ‘kenakalan remaja di era informatika’.. dan lain-lain.

lalu, apakah ending yg tepat untuk tulisan ini? kamu tidak tahu? sama, aku juga.. hohoho.. yaudalayaa.. semoga kita semua menjadi orang bahagia dan dijauhkan dari sifat sombong dan berlebih-lebihan.. ingat kata slank, buat apa hidup bermewah-mewahan, punya segalanya tapi sengsara, seperti para koruptor.. haduh, endingnya sedikit tidak berhubungan. tapi klo diliat-liat lagi, sebenarnya judul, opening, isi, dan ending-nya hampir tidak jelas hubungannya.. haduh.. kaco2..

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-
Advertisements

waria dan kapten bola

waria, kapten bola, hubungannya erat sekali. waria ato yg sering juga disebut sebagai bancy, aka bencong, merupakan pria yang berpenampilan dan berkelakuan seperti perempuan. padahal dalam pandanganku, penampilan dan kelakuan mereka ini pada umumnya malah tidak mirip dengan perempuan sedikit pun. bahkan cendrung mengerikan.

temanku mempunyai story sendiri dengan waria. sebut saja namanya ben, namanya sengaja aku samarkan demi melindungi harkat dan martabatnya yg sudah tercabik-cabik sedikit. ben adalah salah satu simbol lelaki sejati di jurusanku. betapa tidak, ben pernah menjadi kapten tim sepakbola, sebuah olahraga yg memerlukan stamina, daya tahan dan nafas yang sama seperti kuda (bukan sama dari segi aroma tentunya). klo aku sendiri, di jurusanku aku adalah simbol ketulusan, kelembudan, kasih sayang, dan pencinta alam, haihaihai..

the story was like this, malam itu sekitar pukul 7.30pm, aku dan ben  beserta 3 orang teman lainnya yaitu amir, halim, dan rico pergi ke sebuah warung tenda dekat kampus untuk makan malam. kami memesan makanan, lalu duduk dengan posisi sedemikian sehingga ben berada di kursi ujung yg paling dekat dengan rongga (bukan pintu) masuk ke tenda.

setelah makanan diantar ke meja, kami pun menyantapnya dengan lahap. namun pada saat separuh kegiatan makan memakan yang kami lakukan itu berlangsung, datanglah seorang waria yg mengamenkan sebuah lagu yg aneh yg belum pernah aku dengar sebelumnya. sepertinya karena disetiap akhir baris dari lagunya disisipkan desahan2 dg bunyi: ‘huii, huii, ganteng..‘ atau: ‘huii, huii, kasi tante 1000 aja dong ganteng..

kami semua mgkn aga gmn gitu dg waria, sehingga kami memalingkan muka darinya, baik dg cara menunduk, memfokuskan penglihatan pada makanan, ato pipis (yg ini becanda, hoho..). akhirnya setelah beberapa lama, si waria ini pergi sesudah diberi uang receh oleh halim.

namun tiba2, si ben tersentak. ‘hape gua!!’
kami, ‘haa?’
ben, ‘hape gua ga ada! pinjem hape dong, mau “missed call“!’
kami, ‘tadi lo letakin dimana?’
ben, ‘di meja..’
jangan2 si waria!

kemudian amir meminjamkan hapenya pada ben. ben pun langsung menghubungi hape-nya. ‘di-reject!!’ ujar ben.

demi mendengar hal itu, si rico langsung keluar dari tenda untuk mengejar si waria, tapi si waria telah hilang dari pandangan. mas2 pemilik tenda kemudian menanyakan pada kami, apa gerangankah yg telah terjadi sehingga membuat kami panik. kami cerita. ternyata diluar sudah ada orang2 lain (sepertinya pemuda sekitar situ) yg juga mendengarkan cerita kami. mereka langsung berinisiatif untuk mengejar waria itu. ada 2 motor yg pergi mengejar, 4 orang, salah satunya adalah ben. dia dibonceng oleh seorang pemuda sekitar tadi.

ben masi membawa hape-nya amir saat mengejar waria. dia menelpon hape-nya secara berkala dan sustainable. hingga terlihatlah olehnya si waria itu sedang melakukan adegan memasukkan hape ke dalam bajunya melalui bagian depan kerah rendah bajunya sambil jalan kaki di pinggir jalan. waria itu tertangkap tangan. dia tidak mampu menghindar. tp dia tidak ditangkap dan tidak diadili, mgkn karena dia mau menyerahkan kembali hape-nya ben.

hape ben pun selamat, namun dia mgkn ingin mencucinya dulu dengan tanah, karena telah memasuki rongga di bagian depan dari kerah rendah baju dari si waria.

setelah mengalami kejadian yang nyaris merenggut ke-hape-annya ben, dalam hatiku, aku berpikir, mgkn setiap sesudah sholat si ben skrg akan menambahkan doa lagi yaitu: ‘ya Alloh, lindungilah kami, dari bencong terkutuk..’

pelajaran dari cerita ini adalah, hati2lah bila sedang berada di tempat umum, waspada, dan jgn memalingkan wajah dari waria, hehe.. oh iya, pelajaran lainnya adalah: ‘daripada bermain-main dengan waria, mendingan kerjakan t.a.’ aaa~

-just write what you can’t remember, what you can’t tell-