belajar menulis cerpen

sudah 3 bulan lebih saya meninggalkan blog, hiks, sedih rasanya. yasudah klo begitu saya coba membuat sebuah cerpen saja. cerpennya tidak bagus, cinta biasa saja  a la sinetron2. jadi sebaiknya tidak usah dibaca.

do you remember when we were just kids
and cardboard boxes took us miles from what we would miss?

inevitable-nya anberlin mulai terdengar dari ujung2 ear phone yang menggantung di telinga nurbaiti. seperti biasa setiap pagi, dia harus menunggu salah seorang teman kosan dulu di depan pintu kamarnya. maklum saja, salah satu target hariannya adalah menyapa minimal seorang tetangga setiap sebelum berangkat beraktivitas.

namun pagi ini penantiannya terasa lebih lama karena ia benar2 sudah tidak sabar ingin segera ke rumah mbak nurjannah, kakak nurbaiti, yang baru saja melahirkan anak pertamanya pada 3 hari yang lalu. rumah mbak nurjannah jauh dari pusat kota, sehingga nurbaiti tidak mau ikut tinggal bersama kakaknya dan lebih memilih tinggal di kosan.

kebetulan nanti sore ada acara aqiqah anaknya tetangga mbak nurjannah, padahal mbak nurjannah masih dirawat inap di rumah sakit pasca operasi amandel (kakaknya sekalian melahirkan sekalian operasi amandel). rencananya nurbaiti mau mewakili kakaknya untuk menghadiri acara itu.

singkat cerita, hari sudah sore. semua urusan pekerjaan nurbaiti sudah selesai. ternyata dia terlambat datang ke rumah tentangga kakaknya. acara sudah selesai, tamu sudah bubar, makanan sudah habis. ia hanya bisa tertunduk lesu menuju rumah kakaknya untuk istirahat sejenak melepas lelah.

begitu nurbaiti sampai dan mengetuk pintu, dia terkaget-kaget karena yang membuka pintu bukanlah orang yg dia kenal. amboi, orang ini tampan sekali. giginya besar. dibalik pemuda itu tiba2 menyeruak dua orang yg sudah diketahuinya yaitu leo dan jeny, sepupunya bang sebastian suaminya mbak nurjannah.

“aduhai, siapakah gerangan engkau wahai pemuda?” tanya nurbaiti.
“ini bang jeremy, mbak, kakak aku.” ujar leo. sementara jeremy hanya tersenyum sambil mengangguk sopan. nurbaiti menarik tangan leo untuk mengikutinya ke tempat yg agak jauh dari lokasi itu. ternyata yang ketarik adalah mulutnya leo.
“appppaa?? jadi selama ini kamu punya kakak? kemana aja kok baru muncul? jawab leo! jawab!” desak nurbaiti sambil mengguncang-guncangkan badan leo.
“iya mbak, bang jeremy atau yg lebih akrab dipanggil bang jim ini sekolah s2 di luar negeri mbak, di selandia baru. jadi baru kali ini keliatan.”

besok disambung lagi yaa. mau tidur dulu