za moje mahalce

di sebuah pagi yang sedikit mendung, saya sudah berada di depan rumah seorang ibu penjual lontong kari. ibu itu berjualan lontong di depan rumahnya sendiri. jadi, orang yg makan di tempat (tidak membawa pulang lontong karinya), berarti sama saja dengan makan di depan rumah ibu itu.

lalu apa sih masalahnya? ketika saya makan disana, saya melihat sendal2 yg bergelatakan di depan pintu rumah ibu itu. sambil makan, saya tiba-tiba melamun dan tak lama kemudian terpikirkanlah oleh saya sebuah teori.

teori menebak bentuk orang dilihat dari bentuk alas kakinya. jika sendalnya lusuh, dan terlihat seperti berselimutkan misery, agony, and pain, maka bisa kita simpulkan bahwa sendal itu sering menanggung beban yang berat. maka bentuk orang yang memiliki sendal tersebut adalah besar, gendut, dan berperut buncit. dan jago memasak lontong.

tapi tunggu dulu, masih banyak parameter lain yg perlu diperhitungkan. bagaimana jika sendalnya baru dibeli, baru diambil dari mesjid terdekat, atau kualitas sendalnya bagus, atau orangnya kurus tp suka membawa benda berat? wah, sepertinya masih harus ada penelitian lebih lanjut ya. oke deh klo bgitu saya cerita tentang hal lain saja.

pada tanggal 3 januari yang lalu, terjadilah sebuah pertandingan sepak bola di emirates stadium, london, antara arsenal dan manchester city. pada pertandingan itu, seorang pemain manchester city yg berasal dari kota sarajevo bernama edin dzeko berhasil mencetak sebuah gol. saat melakukan perayaan gol tersebut, dia menunjukkan kaos dalamnya yang bertuliskan “za moje mahalce”. apakah artinya?

za moje mahalce

it’s for friends from my neighborhood“. sedari kecil, dzeko sudah sering bermain bola bersama teman-temannya dalam suasana perang antara serbia dan bosnia. dalam wawancara, dzeko bilang bahwa dia masih ingat menendang bola di sekitar puing-puing bangunan. ucapan di kaos itu untuk menyampaikan pesan bahwa meskipun dzeko sudah terkenal, dia masih ingat sama teman2nya waktu kecil dulu.

pada tanggal 8 februari yang lalu, terjadilah sebuah pernikahan manusia di sumatera barat, antara my friend from my neighborhood, dengan seorang perempuan yang merupakan the grand daughter of my friend from my neighborhood’s grandmother’s neighbor (teman saya itu punya nenek, neneknya punya tetangga, tetangganya itu punya cucu). alhamdulillah, prosesi pernikahannya berjalan dengan lancar dan terkendali. saya beserta kedua orang tua saya juga berkesempatan menghadiri resepsinya.

ijul nikah

dia adalah salah satu teman saya yang termasuk dalam kategori sobat kental. rumah kami dulu berdekatan. kedua orang tua saya juga berteman dengan kedua orang tuanya. kalian mungkin juga punya teman-teman yang masuk kategori seperti itu.

sobat kental bukanlah teman yang selalu berbuat baik kepada kita. dia belum tentu menjadi teman yang selalu mengajak kepada kebaikan. dia juga tidak selalu ada saat dibutuhkan. sobat kental adalah orang yang bagaimanapun keadaan kita, dia masih mau menganggap kita sebagai teman, teman baik. we can talk down to them. meskipun dalam bercanda suka saling menghina, saling mengusili, saling merendahkan martabat masing2, tapi kita tetap bahagia dan ceria, tanpa ada dendam, tanpa ada permusuhan.

sobat kental adalah ketika salah satu gigi depanmu tanggal, tapi kamu tidak takut untuk tersenyum, karena kamu tahu sobat kentalmu itu tidak akan menjauhimu, meskipun ada yang hilang dari dirimu.

beruntunglah bagi orang yang punya sobat kental dari kalangan baik-baik. sehingga, selain bisa diajak senang2, bisa diajak sedih2, bisa diajak bertarung, bisa diajak berdamai, dia juga akan membawa kita pada kebaikan. baik dengan memberi contoh, atau dengan mengajak kita, atau pun dengan menguatkan keinginan kita untuk melakukan kebaikan.

saya turut bahagia melihat teman-teman saya melangkah ke jenjang yg lebih tinggi.

tapi ada satu hal yg mengganjal. by the time when most of your best friends are becoming parents, yet you’re still single, you’ll realize that you’ve become more lonely. there’s less time for fun things you always did in your youth. teman2 sudah mulai sibuk dengan keluarganya masing-masing. di saat itulah keinginan anda semakin meningkat untuk mengalami suatu peristiwa. suatu peristiwa yang di ranah minang disebut dengan istilah baralek.

Advertisements

teman apa teman

satu: tidak ada laki-laki.
dua: laki-laki yg boleh dikagumi hanyalah para personil soneta.
tiga: jika ada yg melanggar, maka akan dikucilkan dan dikeluarkan dr geng.

butir2 janji di atas, hanyalah karangan ekstrim saya yg menggambarkan semacam sebuah kesepakatan di dalam sebuah geng remaja saat ini. gambaran ini sering saya lihat di ftv atau sinetron remaja, yg tertonton oleh saya sembari ngemil atau bermain game di kamar. ada sebuah fenomena menarik yang saya temui, dan sempat saya alami di masa muda saya dahulu terkait janji di atas. apakah itu?

manusia diciptakan sebagai mahluk sosial, mereka perlu teman. di sekolah2 atau di kampus2, sering saya jumpai seonggok manusia-manusia, yg terdiri dari orang itu2 saja, atau bisa dibilang mereka itu satu geng, yg selalu bersama-sama. di kantin sama-sama, di mall sama-sama, ngerjain tugas sama-sama, nonton konser sama-sama. apa-apa sama mama, halah, maksudnya saya: apa-apa sama-sama. saat sedih dibagi bersama, saat senang pun tertawa bersama.

di beberapa ftv dan film yg saya lihat, kadang ada saat ketika salah satu anggota mempunyai kepentingan yg tidak sejalan dgn kepentingan geng. misal dari sisi jadwal, hari ini geng obamba (singkatan dari: oke bangeeet mbaak.. geng yg anggotanya nge-fans sama obama) ada agenda nonton konser soneta. nikara, salah satu anggota geng tersebut sebenarnya sudah ada rencana mau nyari2 buku ke kwitang. namun, krn ga enak dg teman2nya, akhirnya dia tetap pergi juga nonton konser soneta meskipun dia tidak terlalu suka soneta. malangnya lagi, saat sudah sampai di tempat konser, tenyata yg datang hannya 2 dari 5 anggota, 3 lainnya ternyata ada urusan mendadak, yg belakangan diketahui urusan mendadak itu adalah jalan dgn gebetan masing2.

kemudian, dari sisi gaya hidup, nikara sebenarnya dulu pakaiannya rapi dan sopan. namun semenjak teman2 satu gengnya terpengaruh gaya berpakaian dari eropa, nikara pun ikut2an memakai baju yg aneh2. padahal terkadang terbersit dalam hatinya, bahwa memakai pakaian seperti itu tidaklah nyaman, tapi rasa takut kehilangan sobat2 mengalahkan kata hatinya sendiri.

yg lebih parah lagi, dari sisi keyakinan. saat sedang having fun, nikara teringat sudah masuk waktu untuk beribadah. namun karena takut merusak mood yg sedang asik-asiknya dan ga enak dibilang sok alim, akhirnya nikara meninggalkan ibadahnya dan melanjutkan happy2 bersama teman. (psst, padahal temannya seagama loh).

persahabatan yg dulu terjalin dgn harapan bisa saling jaga, saling melindungi, saling berbagi, saling nasehat-menasehati dalam kebenaran, berubah menjadi saling menjerumuskan (biasanya tanpa disadari), saling membangga-banggakan dosa dan kesalahan yg sudah diperbuat, membocorkan aib orang, dll. ada juga prinsip: musuh teman adalah musuh saya, padahal belum jelas permasalahannya, belum tentu juga yg benar itu temannya. akhirnya berteman dalam keterpaksaan, kekhawatiran, ketidakenakan, supaya tidak ditinggalkan, tidak dikucilkan. pada awalnya memang berniat untuk ikut mewarnai, ternyata malah hanya terwarnai. you’re not colouring, you’re coloured. syukur2 kalau diwarnai dg warna yg bagus, bagaimana jika warna kegelapan, kesuraman, kesedihan, keputusasaan?

kejadian tersebut bukan hanya terjadi di film, tapi juga di kehidupan sebenarnya. saya sering melihat, bahkan mengalaminya. diajak melakukan hal bodoh oleh orang yg tidak kita kenal, lebih mudah ditolak daripada diajak melakukan hal bodoh oleh teman sendiri. akan tetapi, susah bukan berarti tidak bisa, ada banyak orang hebat yg telah sukses mencontohkannya untuk kita. diantaranya:

alsa, teman saya yg skrg menjadi tki di singapura pernah berkata begini: say no, or not now. kadang teman mengajak hura2, padahal kita masih ada kerjaan atau sudah mengagendakan untuk istirahat di kasur demi mengisi kembali tenaga yg sudah habis. itu dibutuhkan kekuatan yg sangat besar untuk menolaknya. jika tidak kuat untuk mengatakan “tidak” maka katakanlah, “tidak sekarang” sambil tersenyum. bgitu yg saya pahami dari kata2 alsa.

contoh bagus lainnya dari teman saya yg bernama ikhsan alias ixon. dia adalah drummer band punk terpintar di indonesia. saya pernah satu kali mendatangi penampilan band-nya, yg naudzubillah, asap rokok seperti sudah lebih banyak daripada oksigen. ciri khas atmospher pertunjukkan band jenis ini memang. yang saya salut, ixon tidak sedikitpun ikut2an merokok, krn dia tau merokok itu keji. dia membenci rokok, melebihi bencinya saya pada bubur dan keju. dia tetap berkarya di band itu, tanpa merokok, dan tidak dikucilkan apalagi dikeluarkan.

akhirnya, saya berpesan pada diri saya dan para pembaca sekalian, pandai2lah berteman. memang it’s worth it to feel accepted, tp tetap harus punya pendirian. jika teman kita berbuat positif, maka dukung dan ikutilah. jika berbuat negatif, maka nasehatilah, atau klo tidak bisa, ya jangan diikuti perbuatan yg negatif itu. tetap pergauli mereka dgn baik di dunia ini. kalo teman itu sudah benar2 keterlaluan, tidak bisa dinasehati, mengajak ke perbuatan yg jelek, dan ada kekhawatiran bahwa kita tidak bisa menolak ajakannya, maka ambillah jarak dgn mereka. berkumpullah dgn teman lain yg baik2.

seperti kata opik dlm tembang tombo ati aka obat hati:

obat hatii.. ada 5 perkaranyaa..
yg pertamaa bacaa qur’an dan maknanyaa..
yg keduaa, sholat malam dirikanlah..
yg ketiga berkumpullah dg orang sholeh..
yg keempat, perbanyaklah berpuasa.
yg kelima, dzikir malam perpanjanglah..

wajah kampusku saat liburan*

sore itu, 24des08 tepatnya setelah prepro devon, aku kedatangan tamu dari jakarta. 7 org anak kelas 3 sma, yg salah satunya bernama avril (nama dan jenis kelamin disamarkan) adalah rekanku di sfc (suatu fans club), ehehe.. 2 orang dari mereka ini hendak meneruskan jenjang pendidikannya ke fakultas seni rupa dan desain di kampusku. jadi pada hari itu mereka datang k bandung utk melihat-lihat calon kampusnya nanti..

namun agak sedikit disayangkan, sepertinya mereka datang di saat yang kurang tepat. ntah karena sedang liburan atw apa, keadaan kampusku saat itu menurutku tidaklah terlalu baik untuk dipamerkan kepada mereka.

saat baru datang, avril bilang, kami sdg makan di kantin dekat gerbang belakang. kantin dekat gerbang belakang dalam pikiranku adalah sederet warung makan tempat terjadinya tragedi tragis yg pernah menimpa ray si ketua boulevard-salah satu penerbit media cetak di kampus ini. aku tidak langsung menuju ke sana karena masih ada urusan di perpus sampai aku disuruh pulang secara sepihak oleh ibu perpus (memang waktu besuk perpus sudah abis sih waktu itu..). kemudian avril bilang lg, kami menunggu di bni. dlm pikiranku lagi, jika mereka dari gerbang belakang, tentu bni yg dimaksud adalah bni yg di gku timur. aku juga tidak langsung menuju ke sana, krn sudah ashar, jd aku sholat dlu di mushola if lantai 1. kemudian si avril bilang lg, kami sholat dlu di mushola fsrd. hmm.. sepertinya ada yg aneh..

beberapa menit kemudian, tibalah saatnya pertemuan, ini adalah pertemuan pertama kali kami di darat setelah sekian lama kami berkenalan di udara.. kami bertemu di depan peta di sebelah atm bni, di kampus depan. ya, ternyata yg avril bilang kantin dekat gerbang belakang td adalah gelap nyawang. padahal gelap nyawang itu ada di depan kampus.. so, gerbang belakang yg avril maksud adalah gerbang depan, iya, gerbang depan kita kawan.. jleb jleb..

okelah, lupakan, gerbang ga begitu penting la yaa, yg penting isinya.. pekerjaan sbg tour guide sekaligus tukang foto pun dimulai. pertama aku ajak mereka ke arah plaza widya. saat melewati boulevard kampus, aku katakan pada mereka, ini namanya cc, campus center, mereka pun ber-ouu panjang.. ini lapangan basket dan voli, ujarku sambil menunjuk ke arah kiri, lalu ini lapangan cinta, ujarku sambil menunjuk ke arah kanan.. frase “lapangan cinta” tentu saja menggelitik sisi keremajaan mereka untuk menanggapinya dgn cara khas anak2 muda.. hmm dasar kalian, lalu aku katakan lagi,

“lampu2 yg di lapangan cinta ini, listriknya berasal dari energi..” belum sempat aku melanjutkan, mereka sudah menyambung dgn:
“energi cinta??”
“bukaan,, energi surya..” – –
“ouu..”

dari cc, aku mengajak mereka naik ke atas ke tugu sukarno, disana foto sekali. lalu terus ke kolam2 not balok indonesia raya. aku jelaskan pada mereka, bahwa keramik yg warnanya beda itu adalah not balok lagu indonesia raya.. tentunya mereka terkagum-kagum. sayangnya, di sini aku sudah mulai melihat banyak lumut di kolam itu..

dari sana aku giring nidji mereka lagi ke kolam indonesia tenggelam, air mancurnya hidup waktu itu. namun lagi2 sayang, butuh usaha yg maksimal untuk melihat gambar peta indonesia di dasar kolam tersebut.. airnya hijau, hijau sekali, warna kesukaanku.. lalu aku alihkan saja perhatian mereka pada keramik2 disisi kolam terebut yg bisa menunjukkan arah lokasi jurusan2 di kampus.

lanjut lagi ke atas, kali ini ke lantai gema.. sebelum sampai ke lantai gema aku sudah memberikan spoiler pada mereka tentang lantai spesial itu, lantai yg bisa membuat suara orang yg berbicara diatasnya menjadi terdengar lebih jauh, yg sulit terjadi jika berbicara di atas lantai biasa.. sesampainya disana, terlihat sedikit kekecewaan di wajah mereka. mgkn lantai gema tdk seperti yg mereka bayangkan, mgkn karena aku memberikan spoilernya terlalu wah. selain itu, ada beberapa retakan disisi-sisinya.

selanjutnya, tempat yg kami satroni adalah kantin bengkok. sama seperti sebelumnya, kali ini aku juga memberikan spoiler sedikit ttg kantin bengkok.. kantin yg interiornya bengkok2.. kira2 bgitulah deskripsi dariku saat itu.. mendengar itu, tentu saja mereka kembali berbinar-binar. namun setelah sampai, mereka bilang, “aah, lebai daa..” baiklah, mgkn krn aku terlalu bersemangat juga pada saat mendeskripsikan tadi. selain itu, keadaan kantin pada waktu itu juga rada kotor..

ada kejadian menarik yg terjadi di kantin bengkok ini. salah seorang dari mereka tiba2 bertanya “kak, kampus kakak ga demo bhp ya?” aku agak shock juga dg anak ini, kok tiba2 nanya begituan. apalagi setelah itu pertanyaan yg keluar adalah: “emang kenapa si diprotes kak?”.. apakah ada selebaran di sekitar situ atau apa terkait bhp yg terbaca oleh mereka, aku tidak peduli. aku lebih memikirkan jawaban pertanyaan tadi. alhamdulillah beberapa hari yg lalu, semalam sebelum aksi menolak pengesahan ruu bhp, aku sempat membaca file ruu bhp + analisisnya dari km, yg dikirim aji ke milis..

dari sana kemudian aku mengajak mereka k slasar geodesi, yg ada denah 3-dimensi kampusnya.. di sini foto juga. sayangnya denahnya ad yg rusak, seingatku, pada tahun 2006, saat aku sering ke tempat ini untuk rapat tim medik pasar seni, denah ini juga sudah rusak. sepertinya tidak tersentuh rencana perbaikan, atau rehabilitasi atau dll nya, padahal denah ini termasuk hal yg keren untuk dipamerkan looh..

akhirnya, kami pun berjalan melewati gedung kuliah fsrd, trus keluar dari samping dekat parkir sr, trus ngliat-liat patung2 sr. trus, karena mereka sudah terlihat seperti kelelawar, eh, kelelahan maksudnya (maklumlaa, jalannya lumayan jauh kan tu, klo aku sii masi kuat, mgkn karena ikut romusha**, ehehe) tour pun diakhiri di gerbang depan.. yah lumayanlaa udah kira2 seperempat kampus dijejaki.. lalu merekapun pamitan di gerbang depan.. sudah..

*) terinspirasi dari tulisan soe hok gie yg berjudul  “wajah mahasiswa ui yang bopeng sebelah”
**) sebutan untuk latihan fisik tim bola if