untuk apa?

pernahkah kau merasa betapa beberapa pelajaran yang diajarkan di sekolah itu belum pernah kau amalkan di kehidupanmu? kapan masuknya voc ke indonesia, isi perjanjian meja bundar, lapisan-lapisan langit, bulu cambuk, buffer basa, trigonometri, lengan momen, dll. pernahkah kau memakainya di kehidupan nyata ini? mgkn sebagian pernah, karena profesinya adalah guru, ilmuwan, atau dosen. hmm.. atau mgkn karena ikut lomba mata pelajaran.

namun, apa faedahnya kita belajar mitokondria, jenis2 hewan invertebrata, membelah katak, cara reproduksi platipus, dan persilangan lalat buah? bukankah lebih baik kita diajarkan budidaya gurame, atau beternak udang sekalian? dalam satu semester sudah berapa banyak juragan2 gurame yang tercipta, bisa mengurangi pengangguran dan meningkatkan ketahanan pangan.

demikian pula dengan alkena alkuna alkana, untuk apa? campur-campur bahan kimia, melihat perubahan wujud, warna, rasa dan bau. kenapa ga sekalian aja kita belajar meracik minuman herbal? mencampur jahe dengan kunir asem, atau kelapa dengan jeruk dan selasih, terus apa khasiatnya. bahkan mgkn belajar memasak nasi goreng jauh lebih berguna daripada percobaan tinta merambat di kulit jagung.

begitu juga dengan lapisan2 bumi, lapisan2 langit, dll. kalaupun mau jadi astronot, nanti pasti diajarkan lagi tentang troposfer dkk. klo memang mau belajar bumi, nanti sekalian belajar di geodesi, geologi, geofisika, pertambangan, perminyakan, dll. biar nanti bisa nambang sendiri di negeri ini. ga bergantung lagi sama freeport, chevron, dan exxonmobil. coba diganti pelajarannya jadi mengolah tanah supaya subur, menanam buah dari mulai mencangkul tanahnya, memasukkan ke polibag, memindahkan ke tanah, membasmi hamanya, pengaruh cuaca terhadap masa tanam, sampai panen.

kemudian lagi pada pelajaran matematika, disuruh menghitung sin cos tan. serius, dalam kehidupan nyata, berapa orang dari teman sekelas kau waktu sekolah dlu yg sekarang memakai sin cos tan untuk hidupnya? klo pun perlu untuk bikin gedung yang mahal dan bernilai arsitektur tinggi, atau bangunan yang sangat presisi seperti jembatan antar pulau, itu para insinyurnya pasti belajar lagi di kuliah mereka di jurusan arsitektur, teknik sipil atau desain interior. kenapa di sekolah itu tidak dibikin saja pelajaran menjual gurame atau buah2an yg tadi dikelola? mereka bisa mengaplikasikan operasi tambah, kurang, kali, bagi. berapa pupuk, berapa modal, berapa diskon klo orang beli banyak. jadinya masih kelas 2 sma udah bisa memproyeksikan keuntungan, bukan memproyeksikan segitiga.

lalu sebenarnya untuk apa juga kita belajar tentang megantropus, punden berundak-undak, revolusi perancis, sejarah yunani kuno, nebukadnezar, penyebab perang dunia 1, dll selama sekian jam? menghabiskan buku, tinta, energi, waktu bermain dan bersosialisai, apakah hanya untuk ujian semester? mungkin lebih baik klo kita dlu ditunjukkan penyebab2 bencana, musibah dan penyakit. musibah kabut asap, karena orang serakah bakar hutan. banjir bandang, karena orang menebang hutan. sakit kanker paru2, sakit jantung, darah tinggi, krn merokok dan pola hidup yang tidak sehat. tapi itu dua jam setiap minggu, dan benar2 dramatis mengajarkannya, sehingga yg tertanam di benak mereka itu yg bermanfaat, tidak mau berbuat kerusakan di alam. bukan kapan terjadinya perang diponegoro.

belum lagi beberapa pelajaran2 fisika, yang untuk kasus hidup saya, cuma di lab fisika soal2 itu bisa digunakan. itupun dengan angka2 yg sudah ditentukan supaya hitungannya pas. atau soal seperti ini:

jarum panjang sebuah jam mempunyai panjang 6 cm. tentukan vektor kecepatan rata-rata ujung jarum tersebut dalam interval waktu 20 menit dari angka 12 ke angka 4. nyatakan dalam sistem koordinat, di mana sumbu x ke arah angka 3 dan sumbu y ke arah angka 12.

nyatakan dalam sistem koordinat??? kemungkinan besar sampai meregang nyawa nanti, saya tidak berurusan dengan sistem koordinat. tapi tak apa, penyelesaiannya adalah sbb:

r1 = 6j cm
r2 = (6 cos 30°i+ 6 sin 30°j) cm
= (3√3i + 3j) cm
vektor perpindahan:
∆r = r2 – r1 = = 3√3i + (3 – 6) j
= (3 √3i – 3j) cm
kecepatan rata-rata:
Vr = ∆r/∆t = (3√3i – 3 j) cm/ 20 menit
= (0,15 √3i – 0,15 j) cm/menit

sesak napas ga?

sekarang anak2 sd yang masih bau kencur harus pulang sore karena les ini itu. anak smp-nya pulang magrib. anak sma-nya pulang malam. kejahatan terhadap anak meningkat, kenakalan remaja bertambah. kontrol orang tua sudah makin berkurang karena jarang bertemu. mgkn ada yg pamit pergi les, tapi malah main ke rental ps.

menurut hemat saya, sudah saatnya sekolah berubah. andai kata para penyusun kurikulum pada jaman dulu punya pertimbangan lain, ya mungkin memang saya yang salah dalam memahaminya, mohon dimaafkan. namun bila suatu budaya sudah tidak bermanfaat lagi, apakah masih perlu kita pertahankan? untuk apa?

Advertisements

melawan asap

pria-pira gagah nan berseragam keluar dengan sigap dari helikopter yang baru saja mendarat. entah ini sudah helikopter ke berapa yang membawa pasukan militer dengan masker udara lengkap. mereka adalah tentara dari berbagai negara yang tergabung dalam utusan pbb. indonesia dianggap pbb sudah tidak dapat lagi melindungi rakyat dan mengatasi gejolak di kawasannya sendiri. dunia pun mendesak pbb untuk mengirimkan bantuan.

kabut putih langsung menyambut mereka yang datang berniat membantu. penduduk setempat telah dihimbau untuk mengungsi dari sebulan yang lalu. tugas para serdadu adalah memaksa penduduk yang masih bertahan untuk segera pindah, dan mengatasi kekacauan yang timbul karena banyak penjarahan di bangunan-bangunan yang ditinggal penghuninya.

letusan senapan sesekali terdengar sebagai tanda ada penjarah yang ditembak. kesulitan ekonomi dan keputus-asaan menjadikan beberapa orang nekat untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. terpaksa mengungsi membuat orang-orang tidak bisa membawa semua harta benda mereka. barang-barang tertinggal itulah yang menjadi target serigala-serigala berwujud manusia.

sementara yang sedang dalam perjalanan mengungsi pun belum bisa tenang. selain teringat pada harta yang ditinggal, tak semua dari mereka tahu apa yang akan dilakukan di tempat yang baru nanti. memulai usaha baru di usia yang tak lagi muda, ketika modal pun sudah tidak seberapa karena kelesuan penjualan waktu asap menggila, menjadi momok yang membuat jantung berdenyit kala terlintas di kepala. saat ini hanya bisa pasrah dan menikmati perjalanan yang tak bisa dinikmati.

betapa tidak, apabila ada mobil yang tertinggal dari iring-iringan pengungsi, ataupun luput dari penjagaan aparat, saat itu juga perompak datang mendekat. jika mereka sedang tidak dalam mood yang bagus, bukan hanya harta tapi nyawa pun ikut disikat. lalu satu keluarga hilang dari dunia ini di tengah kabut yang pekat.

sementara mereka yang sudah sampai di tempat baru pun masih belum bisa meluruskan kaki. status mereka adalah pengungsi, bukan pegawai yang dapat promosi, bukan pula sebagai pejabat yang dimutasi. kalaupun ada sambutan ramah, paling hanya sehari-dua hari. setelah itu, harap tau diri. anak-anak mereka yang kecil bertanya tanpa henti; kapan pulang?

kemalangan negeri ini tidak berhenti sampai di situ. di lokasi pendaratan helikopter bantuan, ternyata terselip beberapa orang yang tidak terlalu gagah. mereka bukan dari militer, tapi ilmuwan dan insinyur. sebagian negara tidak mengirim bantuan dengan cuma-cuma. sambil menyelam minum air. sambil membantu, ambil juga kesempatan untuk mengeksplorasi wilayah yang katanya surga dunia. siapa tahu ada sumur minyak baru, batubara, atau emas yang belum digali.

memang, cerita di atas bukan kejadian sebenarnya di indonesia. belum. sekarang orang-orang masih bisa keluar rumah dengan masker tipis yang diobral di pinggir-pinggir jalan. 5000 dapat, setiap simpang ada. televisi pun masih sempat menyiarkan berita artis yang koleksi parfum ratusan juta atau sedang perawatan sulam alis. toh kejadian kabut asap udah biasa, tiap tahun kan rutin. besok juga mereka tenang lagi kalau sudah datang musim hujan. tapi sampai kapan pengasapan manusia ini mau jadi event tahunan?

bagi saya ini sudah masuk kriteria pemusnahan massal. genocidal. sebab udara bersih sebagai salah satu bahan pokok untuk bertahan hidup sudah tak bisa lagi didapat dengan mudah. saddam hussein saja dihukum gantung dan disiarkan proses eksekusinya. padahal sampai sekarang tidak ditemukan mana senjata pemusnah massalnya.

mungkin semua ini bisa terjadi berkali-kali karena para pembakar itu hanya ditindak tegas. dari dulu selalu hanya ditindak tegas. mereka memang sempat berhenti, tapi saat penindaknya pindah tugas, atau selesai bertugas, atau tidak tugas/tidak tegas lagi, kebakaran hutan dan lahan akan terjadi kembali. lagipula saya tidak tahu maksud ditindak tegas itu apa. kalau izin perusahaannya dicabut, besok mereka bisa ke notaris yang lain, bikin izin baru, dua hari kemudian akta perusahaan berikut siup, dll beres. bukankah itu yang dilakukan di paket ekonomi jilid 1; penyederhanaan perizinan.

beri pembelajaran, dan jatuhkanlah hukuman yang memberikan efek jera. baik ke perusahaannya, karyawannya, warga setempat, termasuk aparat yang terlibat dan tutup mata. supaya bawahan mereka, keluarga mereka, keluarga dari kekasih gelap mereka, dan tetangga-tetangga mereka, serta siapapun, tidak ikut-ikutan meniru melakukan hal seperti ini lagi di kemudian hari.

dalam hal memadamkan api, apabila personil negara ini tidak cukup, bukalah recruitment bagi anak-anak muda di indonesia. siapa yang mau membantu memadamkan api di kalimantan dan riau, silahkan daftar. saya yakin ada jutaan orang yang mendaftar. sedangkan artis-artis korea saja ada yang ikut militer, masa anak muda indonesia ga berani. kemudian lagi, bilalah ada yang menawarkan bantuan, walaupun sikit, janganlah pula ditolak. kan ini ceritanya sedang kewalahan, sedang dalam kemalangan, bantuan sekecil apapun hendaknya dihargai. lagi krisis, jangan gengsi.

itu.

cara ekspor lawan transaksi dari eSPT PPN 1111 ke e-Faktur

1. buka folder tempat anda biasa mengakses database e-SPT PPN 1111.
2. ada 2 file di sana, satu file berekstensi .mdb (icon-nya kertas dgn kunci merah jambu di kiri atas), satu lagi file berekstensi .ldb (icon-nya kertas dengan huruf a dan gembok).

file

3. copy file yang berekstensi .mdb, kemudian paste di folder terpisah. bebas buat folder di mana saja.
4. kemudian buka file yg baru di-paste tersebut dengan Microsoft Access. ketika ditanya password, ketik: espt_ppn_1111
5. pada tab sebelah kiri, klik dua kali REF_PARTNER. nanti akan muncul isi tabelnya.

ref_partner

6. lalu pada menu di bagian atas layar, pilih External Data, kemudian klik Text File.

menu

7. masukkan nama file yang diinginkan, misal “lawan_transaksi”, ingat lokasinya di mana, dan jangan lupa ganti ekstensinya menjadi .csv

csv

8. klik tombol ok, lalu finish dan close.
9. buka file .csv tadi dengan Microsoft Excel.
10. lalu ubah urutan dan isi kolom, sesuai dengan format baru lawan transaksi dari e-faktur.
pada eSPT PPN 1111, urutan kolomnya dari kiri ke kanan adalah sbb:

  • NPWP
  • Nama
  • Alamat
  • Telepon
  • Kode Pos
  • Jenis Lawan transaksi

sedangkan pada e-Faktur, urutan kolomnya dari kiri ke kanan adalah sbb:

  • LT (diisi LT, iya, ketik saja di situ huruf L dan T)
  • NPWP
  • Nama
  • Jalan (jika kosong, ketik strip -)
  • Blok (jika kosong, ketik strip -)
  • Nomor (jika kosong, ketik strip -)
  • RT (jika kosong, ketik nol tiga kali 000)
  • RW (jika kosong, ketik nol tiga kali 000)
  • Kecamatan (jika kosong, ketik strip -)
  • Kelurahan (jika kosong, ketik strip -)
  • Kabupaten (jika kosong, ketik strip -)
  • Propinsi (jika kosong, ketik strip -)
  • Kode_pos (jika kosong, ketik nol lima kali 00000)
  • Telp (jika kosong, ketik strip -)

kira-kira nanti akan jadi seperti ini:

contoh

pada eSPT PPN 1111, alamat itu hanya satu kolom, sedangkan pada e-faktur alamat itu terdiri dari banyak kolom (jalan, blok, nomor, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi). karena saya malas memisahkan isi alamat, jadi kolom2 yg lain saya kosongkan saja. 😆

11. simpan file csv-nya.
12. buka e-Faktur (eTaxInvoice), pilih menu Referensi, lalu Lawan Transaksi, lalu Import Lawan Transaksi.

semoga bermanfaat. 🙂

digantung kecamatan

menimbang
oleh kerana hati saya dan hatinya telah terpaut dalam sebuah mahligai yang bernama pernikahan pada hari 3, boelan 5, tahoen 14, maka ada hal-hal jang mengenai peroebahan administrasi kependoedoekan jang haroes diselesaikan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja, antara lain: perubahan ktp.

sewaktu lajang, saya terdaftar secara resmi sebagai penduduk kotamadya bandung yang jomblo dan bersahaja, sedangkan ibu suri adalah warga kotamadya bengkulu. kami berdua telah memiliki e-ktp saat itu. setelah melalui berbagai macam pengurusan surat-surat dan kelengkapan berbagai dokumen lainnya yang membuat terjadinya pengurusan badan saya juga, akhirnya kami mendapatkan ktp pekanbaru pada bulan mei 2015. iya, ktp saja. bukan e-ktp.

mengingat
hak-hak warga negara di negeri ini juga terkadang dibeda-bedakan dari jenis ktp-nya. iya, ada beberapa urusan yang tidak bisa dilakukan apabila ktp yang dimiliki belum berjenis e-ktp. percayalah.

mengantisipasi
lantaran demikian, setelah menerima ktp, saya langsung mengurus ke uptd di kantor camat untuk mendapatkan e-ktp secepatnya. pada waktu itu, syarat yang diminta petugas di sana hanya fotokopi kk 1 lembar, dan fotokopi masing-masing ktp yang hendak diubah jadi e-ktp 1 lembar. setelah itu beliau juga minta dituliskan nomor hp. katanya nanti klo sudah selesai akan dikabari lewat sms. lalu saya disuruh pulang.

menerima kenyataan
dua pekan telah berlalu, sms yang ditunggu tak kunjung tiba. yang masuk malah sms pemberitahuan bahwa kuota paket data sudah habis, dan harus diisi kembali, yang mana harganya skrg sudah melambung tinggi ga masuk akal. iya elu operator plat merah. saya ganti jadi pake kartu yg hitam aja. kuota sama, kecepatan ga jauh beda, harga setengahnya.

sebulan kemudian, pada sebuah acara kenduri di bulan juni, saya bertemu dengan pak rw. tanpa banyak cingcong lagi, saya langsung menyampaikan keluh kesah saya kepada beliau tentang e-ktp. beliau heran, katanya seminggu beres. saya disuruh datang saja langsung ke kantor camat dan menanyakan langsung ke sana, ga usah tunggu di-sms.

besoknya saya ke kantor camat, terjadilah dialog antara saya dengan petugas di sana:
“sudah dapat sms?”
“belum, pak.”
“tunggu sms dulu. klo udah di-sms, baru ke sini.”
“kira-kira berapa lama pak?”
“biasanya paling lama 2 bulan. pulang aja, nanti pasti di-sms, ga usah datang ke sini. daripada bolak-balik ke sini mau nanya ternyata belum selesai.”
lalu saya pulang dengan tangan hampa dan hati kesal.

selang beberapa hari kemudian, di koran ada berita dari pak camat di kecamatan saya. dia memberi nomor call center jika ada warga yang mau berkomunikasi dengan kecamatan. dari bulan juni sampai bulan juli saya hubungi nomor itu, jawabnya belum selesai. bulan agustus pun saya hubungi nomor itu, jawabannya tetap sama, belum selesai. kalo saya tanya prosesnya sudah sampai mana, tidak pernah dijawab. terakhir saya sms di bulan september ini kemarin, sama saja, tak ada jawabnya.

merasa
sistem seperti ini sangat tidak transparan dan menggantung harapan. saya sebagai warga hanya disuruh menunggu tanpa kepastian. klo saya datang ke sana, hanya disuruh pulang dan tunggu sms. saya pun tidak diberi tahu, sekarang prosesnya sudah sampai mana. apakah ia memang sudah diproses, atau kah ada kesalahan sehingga prosesnya tidak bisa dilanjutkan. atau tercecer. atau bagaimana, saya tidak tahu. saya cuma disuruh menanti sesuatu yang dinanti.

mengusulkan
bagaimana apabila sebaiknya dibuatkan sistem yang transparan. semacam sistem tracking-nya jne atau tiki. ketika warga memasukkan nik atau nomor kk-nya, maka dia akan tahu keberadaan dokumen sekarang sedang di mana, dalam proses apa. mungkin akan sedikit menambah kerja bagi pihak yang mengurus pembuatan e-ktp di uptd kecamatan atau di dinas kependudukan. tapi demi pelayanan warga, kenapa tidak. palingan hanya memasukkan nik saja untuk setiap disposisi atau perpindahan dokumen.

saya bisa membuatkannya klo memang belum ada. tidak perlu ada komputer di setiap meja, karena sistem ini bisa diakses melalui desktop, laptop, ataupun tablet bahkan telepon seluler. pak camat dan kepala dinas pun bisa mengetahui bagian mana yang paling lambat proses pengurusannya, sehingga bisa dievaluasi. apabila kerja di bagian itu memang berat, bisa ditambah orangnya, atau diganti alatnya.

mengharapkan
semua senang, dan menjadi lebih baik.

kesimpulan
1. persyaratan pembuatan e-ktp (apabila sebelumnya sudah punya e-ktp) cukup mudah, hanya fotokopi kk dan ktp masing-masing 1 lembar.
2. namun prosesnya masih belum transparan. ada yang sebentar, ada yang lama. apakah lamanya karena tercecer, atau tersalip, atau ada kesalahan, saya tidak tahu.
3. tidak tampak ada pungli dalam prosedur ini.
4. tapi saya bolak-balik hanya disuruh menunggu dan menunggu, tanpa kepastian.
5. bisa dibuat sistem informasi untuk memperbaiki keadaan ini. saya bersedia membuatkannya.

“gh” yang tertinggal

kamu tau doa untuk orang tua? yakin tau? jangan2 selama ini kamu salah, karena tidak sedikit orang yg salah dalam mengucapkan doa untuk orang tua.

beberapa doa memang diawali dengan kata “allahumma”. seperti allahumma baariqlana, allahumma laka shumtu, allahumma inni a’udzubika, dan lain-lain. sehingga, banyak orang mengira, doa untuk orang tua juga diawali dengan kata allahumma, saja. jadinya mereka mengucapkannya “allahumma firlii”.

padahal, doa untuk kedua orang tua itu ada huruf “ghain” sukun/mati sesudah kata allahumma-nya.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْراً

allahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiira..

“ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”

sama juga seperti istighfar, astaghfirullah. minta ampun.

jadi, jangan lagi ucapkan allahumma firlii ya, tapi ucapkanlah allahummaghfirlii…

 

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

mimpi dapat rezeki

kemarin, paman datang teman saya yang sedang menuntut ilmu di negeri ratu elizabeth membagikan sebuah artikel di grup whatsapp kuliah.
artikelnya bisa dibaca di sini: How a corporate cult captures and destroys our best graduates

artikel tersebut bercerita tentang mahasiswa2 pintar dari universitas2 yg keren, mempunyai peluang yang lebih untuk mewujudkan mimpi2 mereka. namun, sebagian besarnya malah berakhir sebagai karyawan, baik itu di bank, di perusahaan konsultan, atau di perusahaan lainnya. di akhir artikel, penulisnya bilang, “Follow your dreams, however hard it may be, however uncertain success might seem.

salah satu hal yang menarik, ada beberapa orang yg justru impiannya memang bekerja di perusahaan2 seperti itu. bahkan ada daerah2 tertentu di indonesia ini yang kultur di dalam kehidupan sosial mereka secara turun temurun adalah: “kamu sudah jadi orang, sudah bisa hidup tenang, kalau kamu sudah jadi pns.” selama ini saya kira hanya ada satu daerah di indonesia ini yg seperti itu, belakangan teman saya yg dari sulawesi pun menyatakan hal yg sama. mgkn msh ada daerah2 lain juga yg selaras.

di kota tempat saya tumbuh besar itu, impian sebagian besar anak2 mudanya, yg juga jd impian orang tua mereka, dan impian orang tua dari orang tua mereka, adalah menjadi pns. mgkn dari 6 orang asli sana yg kamu temui dlm hidup dan kehidupan ini, cuma 1 orang yg di keluarganya ga ada pns. dalam pembicaraan santai dengan orang yg lebih tua, biasanya akan keluar pertanyaan “kerja di mana?” nah, bila kamu berbicara dengan orang-orang tua dari daerah ini, pertanyaannya adalah “dinas di mana?”

memiliki impian untuk menjadi karyawan di suatu perusahaan tidaklah salah. mungkin suatu saat nanti karirnya naik, dan dia bisa menjadi pemimpin di perusahaan itu, kemudian memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat manusia. begitu pun dengan menjadi pns. pns adalah pekerjaan yang mulia, mengabdi pada negara, memastikan urusan2 di negara ini tetap berjalan, dan melayani rakyat untuk mengurus berbagai macam keperluannya, mulai dari kesehatan, pendidikan, pembangunan, keagamaan, dll. tidak ada yang salah. itu bagus.

yang tidak bagus adalah apabila kita hanya menganggap bahwa jalan satu-satunya untuk mendapat uang adalah dari menjadi pegawai dulu. yang tidak bagus adalah apabila kita hanya menghormati orang yang kerja kantoran. yang tidak bagus adalah apabila kita merasa masa depan dan hari tua kita tidak terjamin kalau belum menjadi pns. yang tidak bagus adalah menganggap remeh orang yang terlihat kekurangan rezeki, dan hanya memuliakan orang yg terlihat berkelebihan rezeki. yang tidak bagus adalah malas mencari rezeki.

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Al-Quran surat Al Baqarah(2) ayat 268)

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. (Al-Quran surat An Nisaa'(4) ayat 100)

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah “Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (Al-Quran surat Yunus(10) ayat 31)

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata. (Al-Quran surat Hud(11) ayat 6)

Dan nikahkanlah orang-orang bujang dari kalangan kamu, dan orang-orang soleh dari hamba sahaya lelaki dan hamba sahaya perempuan kamu. Dan jika mereka fakir niscaya Allah akan menjadikan mereka kaya dengan karunia-Nya, dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al-Quran surat An-Nur(24) ayat 32)

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit). (Al-Quran surat Hud(13) ayat 26)

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (Al-Quran surat At Thalaq(65) ayat 3)

apabila ada yang bertanya kok tumben saya tiba2 jadi banyak memasukkan ayat2 Al-Quran, jawabannya adalah lantaran mau memasuki bulan ramadhan. ini adalah nasehat untuk diri saya sendiri juga supaya lebih banyak lagi berinteraksi dengan Al-Quran. masa mengutip dari perkataan personil k-pop atau komik atau pujangga cinta terus, tapi dari kalam ilahi (perkataan tuhan) ga pernah. kalo udah dikasih tau perkataan tuhan aja masih ga sadar, mau dikasih apa lagi biar sadar?

sebagai penutup, sebelum kamu berusaha mengejar impianmu, apapun itu, cari lah tahu terlebih dahulu. atau cari tahu lah terlebih dahulu. apakah impian ini baik dan benar? apakah impian ini impianmu sendiri atau impian yg dicecoki oleh orang lain? apakah impian ini bertentangan dengan ajaran agama? apakah ini hanya impian di siang bolong? atau apakah ini impian di dalam impian di dalam impian (inception)? bijaksanalah dalam bermimpi dan bersemangatlah dalam mewujudkannya.

asik..

saya uchenk, selamat menunaikan ibadah-ibadah di bulan suci ramadhan. mohon maaf atas semua kesalahan.

pemuda dan awan

bercak luka perih menggelora bercerita
tentang kisah yang terhalang hendak mengukir legenda

pemuda turun ke medan laga tanpa senjata
berjalan tak berseragam, tak ada tanda kasta
menerobos tombak dan panah yang terbang di angkasa
ia bergerilya melawan pasukan tentara
yang berkedok hendak menjadi budak istana

walau hati gelisahnya selalu menunggu berita
dan malam yang tak kunjung pagi juga
berdebar rindu akan semerbak udara
ditiupkan mesra dari awan yang didamba

kakinya melangkah lunglai ke arah telaga
menolak deras arus lahar yang jumawa
setiap darahnya keluar lagi dari luka lama
setiap itu pula dicucinya dengan air mata
kadang membekukan hati dan melelahkan jiwa
tapi ia selalu percaya di ujung nanti ada yang menyambutnya
itulah awan yang meneduhkan dalam mimpinya

meski demikian jejak pemuda tak lama pun berhenti juga
sebab awan khilaf mengkhianatinya
mengikuti kehendak permaisuri dan raja
yang tak selalu benar selamanya

sobekan-sobekan luka di badannya kian terasa meradang
tembok-tembok di sekitar rubuh menjadi kandang
rantai berkarat berapi berduri erat mengekang
gelombang demi gelombang musuh datang kembali menyerang

tersungkur ia angkat wajah coba melihat ke balik kabut
awan hanya diam sunyi berpura-pura menjadi selimut
tersenyum rapi, tertata, wangi, dan lembut
tak menenggang rasa dia telah membuat pemuda kalut

tentara merah pun berpesta dan mensyukuri
mereka mengelabu tega menenggelamkan warna pelangi

lorong putih, ruang sunyi
derap langkah serasa mendekati
mungkin telah datang yang paling pemuda inginkan saat ini
sang pencabut urat dan nadi

namun tiba-tiba jemari kecil peri
lembut menggenggam tangan pemuda pucat pasi

penat yang menginjak dan amarah yang terpendam
tangis pilu dan harapan yang tenggelam
gelap dan pedih yang memburamkan mata hati
semua luluh lantak berhamburan dan berhenti

pemuda bangkit, jangan menyerah, tetaplah bertahan

kamu bukan si rupawan berparas pangeran
tak akan dunia melihatmu dengan kasihan
mereka baru menampar dan menginjakmu
belum mencabut kaki dan tanganmu

bertarunglah kembali sampai suara sangkakala

di tempat orang-orang berpikiran sempit jadi pujaan
di masa orang-orang tak muak hidup dalam kemunafikan
di dunia orang-orang berhati dangkal mendapat kehormatan
kau akan disudutkan, dilupakan, dan ditekan

hembuskanlah nafasmu hanya di celupan nirwana
karena di kobaran durjana, kau tak akan memenangkan apa-apa

dan kamu, awan muram kelabu, hapuslah mendungmu
gunting ekor dan tebas tanduk merah itu
dengarkan kata hanya dari hatimu yang bercahaya
bakarlah kumandang tirai yang menutupinya

batu-batu kan temani kalian dalam topan
serta daun-daun kan teduhi kalian dalam hujan
salah dan benar datangnya bergantian
dan yang berakhir bahagia adalah yang bersama kebenaran

 

 

– dengan memperingati hari kebangkitan nasional, mari kita tingkatkan kesadaran diri menuju peradaban yang madani –