orang bodoh, orang pintar, dan orang lain


pada zaman dahulu
ada satu wilayah
diberkati dengan hutan lebat
dan cuaca bersahabat

tapi di sana banyak orang bodohnya
mereka tidak mau diajar,
karena merasa berpikiran terbuka lagi pintar
juga tidak mau menerima kritik dan saran

sialnya
orang pintar pun hanya segelintir
tidak mau mengajar pula
malah memanfaatkan dan mencibir
serta mengakali orang yang tak sepandai mereka

orang bodoh ada yang kaya
umumnya sombong dan kurang ajar
padahal warisan dari leluhurnya

orang pintar ada yang bersahabat dengan mereka
supaya kecipratan harta alakadar
untuk ikut hidup berfoya-foya

orang bodoh yang tamak
orang pintar yang licik
walaupun tidak menjadi pemimpin resmi
namun oleh merekalah wilayah itu dikuasai
yang menguras kesejahteraannya
yang meraup kemakmurannya

orang lain yang di luar golongan mereka
cuma bisa komentar sesekali dan berdebat seadanya
lalu melanjutkan hidup seperti biasa
sampai bersentuhan garis waktunya
dengan orang bodoh dan orang pintar

bila jadi teman mereka,
akan ikut-ikutan terjerumus
bila jadi lawan mereka,
akan dimusnahkan diberangus

maka banyaklah yang memilih menghindar
menjadi asing, mencari aman, dan membiarkan
menunggu saja semampunya dan bersabar
akan siapa yang menyentuh duluan
orang bodoh dan orang pintar, atau tuhan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: