melawan asap


pria-pira gagah nan berseragam keluar dengan sigap dari helikopter yang baru saja mendarat. entah ini sudah helikopter ke berapa yang membawa pasukan militer dengan masker udara lengkap. mereka adalah tentara dari berbagai negara yang tergabung dalam utusan pbb. indonesia dianggap pbb sudah tidak dapat lagi melindungi rakyat dan mengatasi gejolak di kawasannya sendiri. dunia pun mendesak pbb untuk mengirimkan bantuan.

kabut putih langsung menyambut mereka yang datang berniat membantu. penduduk setempat telah dihimbau untuk mengungsi dari sebulan yang lalu. tugas para serdadu adalah memaksa penduduk yang masih bertahan untuk segera pindah, dan mengatasi kekacauan yang timbul karena banyak penjarahan di bangunan-bangunan yang ditinggal penghuninya.

letusan senapan sesekali terdengar sebagai tanda ada penjarah yang ditembak. kesulitan ekonomi dan keputus-asaan menjadikan beberapa orang nekat untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan. terpaksa mengungsi membuat orang-orang tidak bisa membawa semua harta benda mereka. barang-barang tertinggal itulah yang menjadi target serigala-serigala berwujud manusia.

sementara yang sedang dalam perjalanan mengungsi pun belum bisa tenang. selain teringat pada harta yang ditinggal, tak semua dari mereka tahu apa yang akan dilakukan di tempat yang baru nanti. memulai usaha baru di usia yang tak lagi muda, ketika modal pun sudah tidak seberapa karena kelesuan penjualan waktu asap menggila, menjadi momok yang membuat jantung berdenyit kala terlintas di kepala. saat ini hanya bisa pasrah dan menikmati perjalanan yang tak bisa dinikmati.

betapa tidak, apabila ada mobil yang tertinggal dari iring-iringan pengungsi, ataupun luput dari penjagaan aparat, saat itu juga perompak datang mendekat. jika mereka sedang tidak dalam mood yang bagus, bukan hanya harta tapi nyawa pun ikut disikat. lalu satu keluarga hilang dari dunia ini di tengah kabut yang pekat.

sementara mereka yang sudah sampai di tempat baru pun masih belum bisa meluruskan kaki. status mereka adalah pengungsi, bukan pegawai yang dapat promosi, bukan pula sebagai pejabat yang dimutasi. kalaupun ada sambutan ramah, paling hanya sehari-dua hari. setelah itu, harap tau diri. anak-anak mereka yang kecil bertanya tanpa henti; kapan pulang?

kemalangan negeri ini tidak berhenti sampai di situ. di lokasi pendaratan helikopter bantuan, ternyata terselip beberapa orang yang tidak terlalu gagah. mereka bukan dari militer, tapi ilmuwan dan insinyur. sebagian negara tidak mengirim bantuan dengan cuma-cuma. sambil menyelam minum air. sambil membantu, ambil juga kesempatan untuk mengeksplorasi wilayah yang katanya surga dunia. siapa tahu ada sumur minyak baru, batubara, atau emas yang belum digali.

memang, cerita di atas bukan kejadian sebenarnya di indonesia. belum. sekarang orang-orang masih bisa keluar rumah dengan masker tipis yang diobral di pinggir-pinggir jalan. 5000 dapat, setiap simpang ada. televisi pun masih sempat menyiarkan berita artis yang koleksi parfum ratusan juta atau sedang perawatan sulam alis. toh kejadian kabut asap udah biasa, tiap tahun kan rutin. besok juga mereka tenang lagi kalau sudah datang musim hujan. tapi sampai kapan pengasapan manusia ini mau jadi event tahunan?

bagi saya ini sudah masuk kriteria pemusnahan massal. genocidal. sebab udara bersih sebagai salah satu bahan pokok untuk bertahan hidup sudah tak bisa lagi didapat dengan mudah. saddam hussein saja dihukum gantung dan disiarkan proses eksekusinya. padahal sampai sekarang tidak ditemukan mana senjata pemusnah massalnya.

mungkin semua ini bisa terjadi berkali-kali karena para pembakar itu hanya ditindak tegas. dari dulu selalu hanya ditindak tegas. mereka memang sempat berhenti, tapi saat penindaknya pindah tugas, atau selesai bertugas, atau tidak tugas/tidak tegas lagi, kebakaran hutan dan lahan akan terjadi kembali. lagipula saya tidak tahu maksud ditindak tegas itu apa. kalau izin perusahaannya dicabut, besok mereka bisa ke notaris yang lain, bikin izin baru, dua hari kemudian akta perusahaan berikut siup, dll beres. bukankah itu yang dilakukan di paket ekonomi jilid 1; penyederhanaan perizinan.

beri pembelajaran, dan jatuhkanlah hukuman yang memberikan efek jera. baik ke perusahaannya, karyawannya, warga setempat, termasuk aparat yang terlibat dan tutup mata. supaya bawahan mereka, keluarga mereka, keluarga dari kekasih gelap mereka, dan tetangga-tetangga mereka, serta siapapun, tidak ikut-ikutan meniru melakukan hal seperti ini lagi di kemudian hari.

dalam hal memadamkan api, apabila personil negara ini tidak cukup, bukalah recruitment bagi anak-anak muda di indonesia. siapa yang mau membantu memadamkan api di kalimantan dan riau, silahkan daftar. saya yakin ada jutaan orang yang mendaftar. sedangkan artis-artis korea saja ada yang ikut militer, masa anak muda indonesia ga berani. kemudian lagi, bilalah ada yang menawarkan bantuan, walaupun sikit, janganlah pula ditolak. kan ini ceritanya sedang kewalahan, sedang dalam kemalangan, bantuan sekecil apapun hendaknya dihargai. lagi krisis, jangan gengsi.

itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: