pikiran orang besar


ada dua frasa di dalam kehidupan yang fana ini yg acap kali terdengar di telinga kita sehari-hari. frasa tersebut adalah “anak kecil” dan “orang besar”. frasa ini ditujukan untuk memisahkan dua golongan, biasanya berdasarkan umur. “eh, anak kecil tidak boleh, ini untuk orang besar,” ujar bapak yg sedang makan tahu goreng pakai cabai, ketika anaknya juga mau mengambil cabai.

waktu saya masih jadi anak kecil, hidup saya amat senang. hanya perlu menjalani kehidupan di hari itu saja, tanpa perlu banyak berpikir.

lalu tiba-tiba, saya menjadi remaja, yg berjerawat. hampir semua orang tidak suka dengan jerawat, dan ingin segera menghilangkannya dari muka sendiri. orang bilang waktu itu, jerawat muncul krn pada masa puber banyak terjadi perubahan di dalam tubuh kita. sehingga saya berpikir, apabila saya sudah menjadi orang besar nanti, maka jerawat akan hilang dengan serta merta.

kini, di saat saya sudah bukan lagi anak kecil, dan juga bukan remaja, jerawat masih tak kunjung pergi dari muka saya yang tidak lagi baby face.

pergilah kau..
pergi dari hidupku..

hal ini membuat saya berpikir, bahwa saya ini belum menjadi orang besar. orang besar itu banyak pikiran, misalnya, ada kerjaan di kantor belum selesai, ada anak yang ditinggal, ada orang tua yang harus dirawat, ada hewan peliharaan yang belum dikasih makan, ada tagihan2 yang harus dilunasi, ada bagian2 rumah yang perlu diperbaiki, ada ajakan ibadah atau pengajian yang belum sempat dipenuhi, ada undangan dari teman atau tetangga yg harus didatangi, ada keluarga jauh yang sedang bermasalah dan minta bantuan menyelesaikannya, ada kendaraan yang belum diservis, ada kiriman paket yang belum sampai, ada pajak yg belum dilaporkan, ada bensin dan harga2 lain yang naik, dll.

sedangkan saya, masih saja berpikir tentang jerawat. dari dulu awal remaja, sampai sekarang cuma memikirkan jerawat. padahal masih ada rambut, masih ada telinga, masih ada bagian2 lain di kepala yang bisa dipikirkan. sungguh, saya benar2 belum menjadi orang besar. namun demikian, saya pun bukan pula anak kecil. ah, mungkin saya ini adalah orang kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: