orang ngomong, anjing gonggong


jika kamu berkunjung ke bandung, cobalah mampir ke daerah gasibu pada hari minggu di waktu pagi. di sana kamu akan mendapati suprise market alias pasar kaget. oh iya, bagi yang belum tau gasibu itu dimana, letaknya berada di depan gedung sate. bagi yang belum tau gedung sate itu dimana, gedung itu ada di depan gasibu. you’re welcome.

di pasar kaget gasibu ini, anda bisa mendapatkan barang-barang dengan harga miring tapi berkualitas. contohnya sandal jepit bercorak, jika anda beli di warung, atau di mang2 di depan bip, harganya bisa mencapai 15 ribu sepasang. di gasibu? hanya dengan uang 10 ribu rupiah, kamu bukan hanya mendapatkan 1, tapi 2, tapi 3! ya, 3 pasang 10 ribu! belum lagi baju, celana jins, jaket kulit, dan pernak-pernik rumah tangga lainnya.

saya, yg sangat payah jika berurusan dengan hal-hal yg menyangkut berkomunikasi secara verbal, alias ngobrol, seperti menemukan sekolah komunikasi di gasibu. guru-gurunya adalah para pedagang dan pembeli. mereka sangat pandai memilih kata-kata dan mengucapkannya.

yang jual keripik pisang, “boleh bu, buat temen suaminya minum kopi bu..”
yang jualan aksesori, “yg mau gaya, yg lagi ngetren saat ini bos, lima ribuan, lima ribuan..”
ada yang jual kelambu bayi, “dilihat-lihat dulu teh, kelambu multi fungsi ya, malam bisa untuk bayi, siang bisa untuk makanan..” *tudung saji kali*
ada juga yang bilang, “single terbaru agnes monica.. single terbaru agnes monica.. yg unyu unyu..” *padahal yg dijualnya pakaian*
ada lagi yang jualan handuk yang seperti jas itu, ntah apa namanya saya ga tau, “dipilih-dipilih, kena air basah, dijemur kering lagi..” *yaiyalaah*
ada juga yang dibecandain sama pembelinya, penjual celana: “ya mangga, ya mangga” (mangga dlm bahasa sunda maksudnya silahkan) pembeli: “ya duren, ya duren.. rambutan”
yang lagi tawar menawar, “kok yg ini lebih mahal a’?” kata pembeli sambil menunjuk satu jas hujan. “oh yg itu soalnya ada fasilitas ac, kamar mandi dlm, dan dapur teh..”
ada lagi yang rada kejam, “yah neng, nawarnya segitu, masa ga kasian sama aa’ neng,” kata sang penjual. “ngga,” kata si neng seraya ambil ancang2 pergi dari lapak si aa’. “ya udah sok atuh neng..” kata si penjual sambil mengemasi barang belanjaan.
ada juga pedagang yg diujung transaksi menanyakan kepada pembelinya, “satu aja bu? ga beli sekalian buat mertuanya? lumayan siapa tau mau bagi2 warisan..”

yah, mereka itulah guru yg bisa secara rutin saya kunjungi setiap minggunya. kalo sedang tidak ada kegiatan, saya usahakan pergi ke sana walaupun tidak membeli apa2, hanya untuk sekedar mendengar orang2 berkomunikasi saja sambil cuci mata dan membeli sarapan.

kadang2 ada juga guru komunikasi yg datang di waktu yg tidak diduga duga. pernah suatu pagi saya keluar dari kamar kosan (kosan saya sudah pindah dari kosan yg dulu) hendak menuju kamar mandi, tidak lupa saya mengunci pintunya dulu. saat mengunci pintu, tentulah badan saya menghadap ke arah pintu. ketika saya berbalik badan, 3 langkah di depan saya sudah berdiri anak kecil yg sudah rapi, bernama nesca, kira2 usia 3,5 tahun, anak ibu kosan. saya belum pernah berkenalan langsung dengan dia memang, tapi saya sering mendengar ibunya menyebut nama itu untuk memanggil dia. saya sedikit kaget tapi tetap berusaha senyum.

“namanya siapa?” kata nesca.
tentu saja pria indo-melayu yg pendiam, pemalu & penikmat minuman lidah buaya dan pemilik blog ini bertambah kaget, sedikit gelagapan, dan tidak menyangka nesca duluan yg memulai percakapan, bahkan langsung menanyakan nama. sambil saya tetap berjalan pelan2 menjauh, saya jawab pertanyaannya.
“e, azmi, e, husein..” saya teringat tulisan saya tentang nama.
“kusen?”
“bukan, husein.”
“busen?”
“h, h, hhusein..” ah, saya tidak yakin dia sudah belajar alfabet.
“a?”
“bukan.. h..”
“huf,, husen?”
“nah, iya iya..” yah, boleh lah.
“mau pulang om?”
nah ini mulai aneh pertanyaannya, kenapa tiba2 nanya mau pulang. saya tidak mengerti maksudnya.
“ya?”
“mau pulang?”
saya bilang aja, “ngga..”
“ooo, iya iya..” katanya sambil mengangguk dan membiarkan saya pergi.

begitu masuk kamar mandi, saya merenungi sesaat kata2 nesca tadi. kemudian mata saya terbelalak, seraya menutup mulut saya yg menganga dengan tangan. jangan2 maksudnya “mau pulang” itu, mau berpulang..

di hari yg lain, ketika saya masih di dalam kamar, saya mendengar nesca menyapa anak kosan yg lain di koridor.
“halo om..”
“halo..”
“aku mau nikah sama om angga..”Β escalated quickly

bagaimana bisa anak sekecil itu lebih berani ngomong daripada saya. ajari saya guru..Β 

saya bukan hanya susah memulai percakapan, tapi juga kacau. pernah saat saya berulang tahun saat kuliah, teman2 saya memberi selamat di kampus,
“selamat ya chenk.. selamat ya chenk..” atau “happy birthday chenk.. happy birthday chenk..”
tau kata2 yg saya keluarkan?
“e, iyaa, sama-sama..”Β 

dalam pemilihan bahasa saat berbicara pun, saya kesulitan. saat berbicara dlm bahasa indonesia, banyak teman saya yg bilang nadanya ga sesuai, pitchnya ga cocok. saat berbicara bahasa minang, cengkoknya juga belum terlalu dpt, dan vocab bahasa minang saya masih kurang. saya pernah sok2an mencoba berbahasa minang ke tukang cukur, dia bilang: “pulang lagi ke padang setahun, nah nanti baru pandai bahasa minangnya.”

setelah 7 tahun lebih tinggal di bandung, tidak membuat bahasa sunda saya baik, sangat sedikit kata2 dalam bahasa sunda yg saya ketahui, dan tentunya saya belum begitu paham cara mengucapkan dan menggunakannya. malah bahasa bengkulu saya yg tercemari, jadinya campur2 dengan bahasa indonesia. urusan berbicara ini benar2 membuat saya pusing.

untuk pemilihan kata, saya pernah mengumpulkan kata2 dari komik, serial, ataupun film. saya ketik dalam satu file, lalu saya baca2 dan beberapa saya hafal. semata-mata demi menambah khasanah pembicaraan saya nantinya. sekali waktu, manager saya di kantor yang lama dulu menanggapi kelakuan tersebut. dia bilang, “si ucheng ini seperti bumblebee.” kekekeke.. πŸ˜†

bumblebee adalah tokoh robot berwarna kuning di film transformers yg kotak suaranya rusak. akibatnya, dia berbicara dengan menggunakan kumpulan potongan2 suara penyiar dan lagu dari radio. yah, mungkin memang begitulah adanya saya, sedikit mirip bumblebee. kekekeke. we’re struggling to communicate..

Advertisements

6 Responses

  1. pake surat chenk, kau kan jago nulis ~3~

  2. klo bikin surat dulu, ntar keburu lari orangnya yg diajak ngobrol πŸ˜†

  3. nyah nyah nyah..kl gak kenal orangnya pastilah ngebayangin dia seorang Comedyan yg layak tampil di .. let say..stand up comedy πŸ™‚ tp kenyataannya tidak. Untuk bisa berubah harus ada kemauan pastinya. Kemudian Self Esteem ( penilaian diri seseorang atas pribadinya ) harus dirobah dari negativ jadi positiv..Selanjutnya baca di http://www.psikologizone.com/mengurangi sifat pendiam yg berlebihan..

  4. thanks mom.. πŸ™‚

  5. aduh jadi kangen jalan2 ke gasibu minggu pagi. itu kocak banget teriakan2 si pedagang2 gasibunyaaa. πŸ˜€
    ngomong2 sekarang udah jago kan Kak ngomongnya? hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: