pelangi dan angsa laut 2


baaiklaah, kali ini ceritanya akan benar-benar berhubungan dengan pelangi dan angsa laut.

pada zaman dahulu, ketika hewan-hewan bisa berbicara seperti manusia, hiduplah sekawanan angsa yang berwarna putih. angsa-angsa itu tinggal di tepian laut yang sepi. sudah bertahun-tahun mereka beranak-pinak di sana, dengan damai, aman, tenteram dan bersahaja.

tiba-tiba pada suatu siang yang mendung, datanglah seekor burung bangau tongtong yang berwarna dominan hitam. bangau ini berbadan kekar, bulunya berantakan, kuku kakinya pun panjang dan kotor. sepertinya dia tidak pernah gunting kuku. o bukan bukan, sepertinya dia seorang pengembara.

kawanan angsa pun terheran-heran, baru pertama kali mereka melihat mahluk seperti itu. lalu majulah kurikuri, angsa yang bijak-bestari, menemui sang bangau.

wahai kisanak, ada hajat apa anda datang kemari?
punten kang, abdi nuju.., ah maaf, anda pasti tidak mengerti bahasa sunda, maksud saya, saya tengah mencari ujung pelangi, apakah anda melihatnya?
ujung pelangi? apa maksud kisanak dengan ujung pelangi?
begini kang, saya ini berasal dari selatan. berbulan-bulan yang lalu, sehabis hujan turun, saya melihat pelangi yang begitu indah. dan pelangi itu berujung di suatu tempat di utara. makanya saya terus berjalan ke arah utara untuk mencari ujung pelangi itu.
aah, begitu rupanya.., tapi sayang sekali, tidak pernah ada ujung pelangi di sini..

tiba-tiba, anak perempuan kurikuri yang bernama belubelu numpang nimbrung ke percakapan mereka seraya berkata,

hmm.. kalau boleh aku tahu, kenapa kau mau mencari ujung pelangi?
kau lihat buluku berwarna hitam, aku ingin mendapat sedikit warna dari pelangi agar warna buluku berubah.
kenapa kau ingin merubah warna bulumu?
jika kau menjadi aku, tidakkah kau malu pada teman-temanmu? ah, tentu kau tidak akan mengerti seperti apa rasanya. wajahmu sangat cantik sekali, siapapun juga pasti kan mengagumi. kau juga pasti punya kekasih yang sangat sayang kepada dirimu.

lalu nimbrung lagi seekor angsa tua yang cerdik dan pandai, bernama mepehumepehu. sambil terkekeh, ia berkata:

hohoho.. anak muda.. anak muda.. dengarkan kataku. pertama, sampai kapanpun, ujung pelangi tidak akan pernah sampai di bumi. bahkan, meskipun kau merakit mesin untuk terbang ke awan, dan mendekati pelangi, warnanya pun tidak akan bisa diambil.. ohoho.. kedua, waktu akan merubah penampilan seseorang. maka dari itu, cinta bukannya pada wajah yang ayu, cinta bersemi dari hati ke hati. ohoho..
hiee? benarkah itu pak tua?
heh, siapa yang kau panggil dengan pak tua??

lalu hujan turun dengan derasnya. bangau numpang istirahat sebentar di tempat para angsa laut. bulunya yang berantakan menjadi sedikit rapi karena lepek tersiram air hujan. begitu juga kuku-kukunya yang kotor, sekarang sudah bersih. hujan pun berhenti bersamaan dengan munculnya semburat warna jingga di arah barat, tanda hari sudah petang.

bangau mohon pamit pulang kepada para angsa. tidak lupa ia mengucapkan terimakasih pada pak tua mepehumepehu. kemudian ia terbang. belum tinggi si bangau terbang, belubelu berteriak,

heii..! lain kali mampir lagi kemari yaa! namaku belubeluuu, siapa namamuu?
e, baiklaah.. namaku..
kecap..

kecap
kecaapp.. kau salah, aku belum punya kekasih.. 

ujar belubelu dalam hati.

Advertisements

6 Responses

  1. (rofl) Apaaaaaaaaaaaaaaaan.

  2. what the heck?

  3. salam kenal k.uchenk ..

    ini dapet cerita nya darimana??
    curcol dalam objek lain ya :p

    #langsungbukmark

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: