waria dan kapten bola


waria, kapten bola, hubungannya erat sekali. waria ato yg sering juga disebut sebagai bancy, aka bencong, merupakan pria yang berpenampilan dan berkelakuan seperti perempuan. padahal dalam pandanganku, penampilan dan kelakuan mereka ini pada umumnya malah tidak mirip dengan perempuan sedikit pun. bahkan cendrung mengerikan.

temanku mempunyai story sendiri dengan waria. sebut saja namanya ben, namanya sengaja aku samarkan demi melindungi harkat dan martabatnya yg sudah tercabik-cabik sedikit. ben adalah salah satu simbol lelaki sejati di jurusanku. betapa tidak, ben pernah menjadi kapten tim sepakbola, sebuah olahraga yg memerlukan stamina, daya tahan dan nafas yang sama seperti kuda (bukan sama dari segi aroma tentunya). klo aku sendiri, di jurusanku aku adalah simbol ketulusan, kelembudan, kasih sayang, dan pencinta alam, haihaihai..

the story was like this, malam itu sekitar pukul 7.30pm, aku dan benย  beserta 3 orang teman lainnya yaitu amir, halim, dan rico pergi ke sebuah warung tenda dekat kampus untuk makan malam. kami memesan makanan, lalu duduk dengan posisi sedemikian sehingga ben berada di kursi ujung yg paling dekat dengan rongga (bukan pintu) masuk ke tenda.

setelah makanan diantar ke meja, kami pun menyantapnya dengan lahap. namun pada saat separuh kegiatan makan memakan yang kami lakukan itu berlangsung, datanglah seorang waria yg mengamenkan sebuah lagu yg aneh yg belum pernah aku dengar sebelumnya. sepertinya karena disetiap akhir baris dari lagunya disisipkan desahan2 dg bunyi: ‘huii, huii, ganteng..‘ atau: ‘huii, huii, kasi tante 1000 aja dong ganteng..

kami semua mgkn aga gmn gitu dg waria, sehingga kami memalingkan muka darinya, baik dg cara menunduk, memfokuskan penglihatan pada makanan, ato pipis (yg ini becanda, hoho..). akhirnya setelah beberapa lama, si waria ini pergi sesudah diberi uang receh oleh halim.

namun tiba2, si ben tersentak. ‘hape gua!!’
kami, ‘haa?’
ben, ‘hape gua ga ada! pinjem hape dong, mau “missed call“!’
kami, ‘tadi lo letakin dimana?’
ben, ‘di meja..’
jangan2 si waria!

kemudian amir meminjamkan hapenya pada ben. ben pun langsung menghubungi hape-nya. ‘di-reject!!’ ujar ben.

demi mendengar hal itu, si rico langsung keluar dari tenda untuk mengejar si waria, tapi si waria telah hilang dari pandangan. mas2 pemilik tenda kemudian menanyakan pada kami, apa gerangankah yg telah terjadi sehingga membuat kami panik. kami cerita. ternyata diluar sudah ada orang2 lain (sepertinya pemuda sekitar situ) yg juga mendengarkan cerita kami. mereka langsung berinisiatif untuk mengejar waria itu. ada 2 motor yg pergi mengejar, 4 orang, salah satunya adalah ben. dia dibonceng oleh seorang pemuda sekitar tadi.

ben masi membawa hape-nya amir saat mengejar waria. dia menelpon hape-nya secara berkala dan sustainable. hingga terlihatlah olehnya si waria itu sedang melakukan adegan memasukkan hape ke dalam bajunya melalui bagian depan kerah rendah bajunya sambil jalan kaki di pinggir jalan. waria itu tertangkap tangan. dia tidak mampu menghindar. tp dia tidak ditangkap dan tidak diadili, mgkn karena dia mau menyerahkan kembali hape-nya ben.

hape ben pun selamat, namun dia mgkn ingin mencucinya dulu dengan tanah, karena telah memasuki rongga di bagian depan dari kerah rendah baju dari si waria.

setelah mengalami kejadian yang nyaris merenggut ke-hape-annya ben, dalam hatiku, aku berpikir, mgkn setiap sesudah sholat si ben skrg akan menambahkan doa lagi yaitu: ‘ya Alloh, lindungilah kami, dari bencong terkutuk..’

pelajaran dari cerita ini adalah, hati2lah bila sedang berada di tempat umum, waspada, dan jgn memalingkan wajah dari waria, hehe.. oh iya, pelajaran lainnya adalah: ‘daripada bermain-main dengan waria, mendingan kerjakan t.a.’ aaa~

-just write what you canโ€™t remember, what you canโ€™t tell-
Advertisements

10 Responses

  1. wakakakaka. osama ben ewa.

  2. jyahaa,, malah dibuka juga identitasnya..
    ๐Ÿ˜†

    btw, happy birthday ray,,
    ditunggu makan2nya, ๐Ÿ˜†

  3. kenapa nama samarannya ben, bukan rahmat, huehe…

    hmm… kalo cowo2 emang pada takut gitu ya sama waria. abisnya masa waria mau godain cewe, huehe…

  4. ehue, klo rahmat ntar jadinya rahmatcong, makanya dipilih ben.. ๐Ÿ˜†

    iya bener juga yak, tapi klo perempuan takut ga ama perempuan yg jadi laki?

    hmm..

  5. assa.
    rahmatcong? apaan tuh. tp seru lah, hidup ini harus ada yg bisa diambil pelajarannya toh. next time kita stare aja itu si waria gimana haghag
    wass.

  6. wa’alaykumussalam wr wb..
    ya, klo rahmatcong kan ga ada artinya, makanya aku pilih nama samarannya ben.. ๐Ÿ˜†

    ngngn, stare? tp aku lebi prefer ngga nge-stare + ngga ngeletakin barang2 berharga di atas meja.. :mrgreen:

    tp bole juga tu untuk uji nyali, ahaahaa ๐Ÿ˜†

  7. @reisha: pernah kok digodain bencong XD hehe tepatnya dipaksa secara “kurang sopan” untuk memberikan uang atas ngamennya

    hehehe tak kira BEN itu singkatan dari Bukannya Ewa Nya? ๐Ÿ˜€

  8. wow, ternyata, itu palsu kali tu waria nya tu..

    wadu2, malah semakin diperjelas, untung si ewa nya ga tau..
    ohoho..

  9. ya ampyuuun..
    saya baru baca, itu sih namanya si bencong nyolong hape..
    kirain hapenya ketinggalan trus diambil bencong.. (saya nangkepnya begitu dr cerita si ben dulu)

  10. ya ampuun.. ๐Ÿ˜†

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: